Ini Evaluasi Hari Ke-4 Rekayasa Jalan Sukajadi dan Cipaganti

Bandung Raya

Minggu, 14 Juli 2019 | 21:52 WIB

190714213011-ini-e.jpg

MEMASUKI hari ke-4 pelaksanaan rekayasa arus lalu lintas di kawasan Sukajadi dan Cipaganti terdapat sejumlah evaluasi. Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza mengatakan pantauan tim kepolisian, perlambatan dikarenakan adanya pengendara yang berhenti untuk bertanya arah terkait dengan sistem rekayasa arus lalu lintas yang ditetapkan sejak 11 Juli 2019 lalu.

Kendati demikan, Reza mengaku pihaknya selalu melakukan evaluasi di setiap harinya pada pukul 16.00 WIB. Hasilnya memang ada beberapa perbaikan yang dilakukan berdasarakan hasil evaluasi tersebut.

"Setiap sore pukul 4 kita lakukan evaluasi, itu beberapa perubahan perubahan kecil memang kita lakukan untuk perbaikan. Yang pasti berdasarakan evaluasi kita sampai ini hari ke-4, dari pantauan hari kedua, hari pertama itu terjadi kepadatan. Karena memang kaget masyarakat, bahkan di pasteur itu sampai ke tol kepadatannya," kata Reza seperti dikutip saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Minggu (14/7/2019).

"Itu sebenarnya tidak ada hambatan di area rekayasanya. Tapi terjadi perlambatan yang kebingungan, banyak perlambatan karena kendaraan berhenti menanya. Sehingga terjadi perlambatan dan terjadi antrean. Itu sudah kita prediksi bahkan kita prediksi tapi ternyata hari pertama siang pelaksanaan pukul 9 pada pukul 2 itu relatif mengalir. Untuk hari kamis. Hari jumat terjadi sedikit kepadatan lagi karena sudah masuk wisatawan," tambahnya.

Selain itu, berikut beberapa masukan dari pendengar PRFM kepada kepolisan dan juga evaluasi terkait pelaksanaan rekayasa arus lalu lintas di kawasan Cipaganti dan Sukajadi yang disampaikan Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza eksklusif kepada Radio PRFM 107,5 News Channel:

Ada aksi spontan dari supir angkot

Audiensi hari itu di hari kedua. Memang untuk hari kedua ada aksi spontan dari supir angkot. Sebelumnya kita dalam pelaksanaan kegiatan ujicoba rekayasa ini kita sudah rapat koordinasi dengan instansi terkait kemudian dengan pengurus yang dituangkan dari masing-masing angkutan, baik Damri, Angkutan Kota, Kobanter atau lainnya itu untuk rute sebenarnya memang sudah ada kesepakatan tapi memang untuk rute bukan dari kepolisian. Yang menentukan dari Dinas Perhubungan itu sudah disepakati.

Namun saat aksi spontan tersebut, memang belum seluruhnya supir paham. Jadi mereka masih kebingungan. Akhirnya mereka seolah olah merasa kok mendadak, padahal kita sudah rapat itu cukup lama. Kurang lebih kita 2 bulan melakukan rapat sebelum melakukan ujicoba

Tidak ada baligo besar pengumuman rekayasa arus lalu lintas

Kita juga sudah selama 2 bulan karena kami juga sebelumnya ada interaktif dimedia elektronik, media massa, koran. Bahkan kita juga melaksanakan dialog interaktif di salah satu stasion televisi di bulan puasa. Tapi memang untuk poster besar itu tidak ada mungkin adanya pamflet kecil yang dibagikan.

Kenapa tidak diteruskan dari Cipaganti sampai ke Jalan Nyland?

Sebenarnya kita kalau di perempatan diteruskan lagi ke bawah, semakin berat karena ada empat fase traffic light. Kalau itu terjadi crossing berarti dari atas harus ke bawah lagi, untuk meminimalisir crossing itu dari atas kita tekuk kanan atau tekuk kiri. Di tambah jumlah volume kendaraan bisa memilih dari Nyland bawah kedua bisa akses dari Otten.

Jalan dr. Otten diberlakukan satu arah

Jalur di bawah flyover itu jadi jalur tumpuan. Oleh sebab itu kita meng-clear-kan yang tadinya dua arah jadi satu arah dari bawah ke atas. Kalau Otten kita buka dua jalur pasti akan terjadi penumpukan

Penyesuaian durasi traffic light

Kalau itu sudah menghitung, saat kondisi sekarang kita sedang mencarinya itu waktu yang tepat. Tapi itu fluktuatif tidak pasti. Itu ada beberapa alternatif terkait dengan beberapa lama traffic light. Contoh di Pasteur-Tjokro saat pagi itu dominan dari barat ke timur tentunya kita akan lebih banyak dari kendaraan traffic light yang dihijaukan ke arah barat atau pasteur tapi yang dari cipaganti itu kita lebih lambat lagi. Memang itu ada hitung-hitungannya supaya mengalir.

Antisipasi kepadatan di kawasan Cipaganti dari flyover Pasoepati

Jika terjadi kepadatan di Cipaganti, itu kendaraan yang di flyover itu kita tidak luruskan ke cipaganti, tapi dia harus ke bawah. Melalui Otten, karena Otten itu cenderung lebih kosong dibanding dengan jalur itu. Walaupun memang melambung sedikit, tetapi dia untuk waktu tempuhnya lebih cepat. Dibanding dia ke turunan flyover langsung lurus Cihampelas terus turun TL Cihampelas dengan TL Cipaganti itu pendek jaraknya. Jadi untuk waktu tempuhnya agak lama karena disitu ada traffic light. Kalau ia lurus kebawah melalui Rifai ke dr. Otten itu cenderung kosong karena kita sudah buat dua lajur.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA