Waspadai Ancaman Penyakit DBD di Musim Kemarau

Bandung Raya

Minggu, 14 Juli 2019 | 10:19 WIB

190714102039-waspa.jpg

depkes.go.id

MESKIPUN memasuki musim kemarau, masyarakat Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung tetap harus waspada terhadap ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk aedes aegypti. Sebab ancamam penyakit DBD tidak hanya di musim hujan atau menjelang musim kemarau.

Kepala Puskesmas Ibun H. Candra Sopiana kepada galamedianews.com di Ibun, Minggu (14/7/2019), berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi tim Puskesmas Ibun, masih ditemukan jentik nyamuk aedes aegypti di lingkungan rumah warga. "Jentik nyamuk itu sempat ditemukan terutama di dispenser air mineral, sebagai tempat minum keluarga di rumah warga," ucap Candra.

Ia pun turut mengamati, ketika memasuki musim kemarau, sejumlah rumah tangga sedikit persediaan air di dalam bak penampungan airnya. Sehingga kebiasaan untuk menguras air di dalam bak tak jarang dilakukan. "Alasannya sayang air," imbuhnya.

Upaya pemberantasan sarang nyamuk juga harus terus digalakan, untuk meningkatkan keberhasilan pengendalian ancaman penyakit DBD dan mencegah terjadinya peningkatan kasus atau  kejadian luar biasa (KLB).

Terkait juru pemantau jentik (jumantik) lanjut Candra, masyarakat di Desa Lampegan sudah mencanangkan kegiatan gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J). Juru pemantau jentik atau jumantik adalah orang yang melakukan pemeriksaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk khususnya aedes aegypti dan aedes albopictus.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA