67% Pengguna Smartphone di Indonesia Pernah Kehilangan Data

Bandung Raya

Jumat, 12 Juli 2019 | 18:47 WIB

190712184849-67-pe.jpg

Irwina Istiqomah

KEHADIRAN smartphone telah menjadi bagian penting di kehidupan sehari-hari. Ponsel pintar inu digunakan untuk menyimpan dan berbagi foto atau video.

Selain itu, smartphone dinilai sangat penting untuk menjaga hubungan dengan rekan maupun kerabat melalui telepon, SMS, dan media sosial. Namun, ketika sibuk membuat konten, kerap kali pengguna lupa untuk melindungi konten penting tersebut.

Research Director DEKA, Mamiek S. Leonardo menyebutkan sebanyak 67 persen orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone yang berujung pada perasaaan kesal. Lebih dari 80 persen responden survei telah menyadari pentingnya melakukan back-up data.

Ada banyak faktor yang menyebabkan para pengguna smartphone kehilangan data di antaranya memori yang penuh sehingga harus menghapus data, perangkat yang rusak, virus, file yang rusak, ataupun kehilangan perangkat.

"Tapi, hanya sepertiga dari mereka yang melakukan back-up secara teratur selama sebulan sekali. Riset ini kami melibatkan 1.120 responden dari 6 kota besar di Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Makassar," ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, selama ini banyak yang berpikir bahwa proses pencadangan atau back-up data adalah sesuatu yang rumit atau terlalu memakan waktu sehingga jarang dilakukan. Seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone, jumlah konten digital mengalami pertumbuhan pesat.

"Pada bulan September 2018, tingkat penetrasi smartphone di Indonesia telah mencapai 27,4 persen. Angka ini setara dengan kira-kira 73 juta pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak keenam di dunia," terangnya.

Oleh sebab itu, tren dalam aktivitas digital dan manajemen data masyarakat urban Indonesia menjadi menarik untuk ditelusuri lebih jauh. Ia mencatat dalam penelitiannya bahwa sebanyak 97 persen responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian.

"Responden yang lebih muda cenderung lebih banyak menggunakan smartphone mereka untuk lebih banyak fungsi mulai dari gaming, navigasi, video streaming, atau berbelanja online. Menariknya, survei ini juga menunjukkan bahwa smartphone sudah menjadi pengganti kamera," tuturnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA