Qlue Segera Hadir di Bandung Perkuat Bandung Smart City

Bandung Raya

Jumat, 12 Juli 2019 | 11:00 WIB

190712110128-qlue-.jpg

WARGA Bandung dalam waktu dekat dapat memanfaatkan aplikasi Qlue untuk melaporkan masalah sampah. Pemerintah Kota Bandung akan memanfaatkan aplikasi Qlue untuk memetakan sebaran tempat pembuangan sampah ilegal di kota Bandung sehingga pengawasan dan respons terhadap isu sampah dapat terselesaikan dengan baik.

Founder & CEO Qlue, Rama Raditya dalam siaran persnya, Jumat (12/7/2019) menjelaskan, dengan platform Qlue Pemerintah Kota Bandung semakin cepat dalam menerima laporan warga serta melihat potensi permasalahan yang ada di kota tersebut dalam satu dashboard. Semua data yang terkumpul akan divisualisasikan menggunakan Qlue Dashboard sehingga memudahkan Pemkot Bandung dalam merumuskan kebijakan pembangunan wilayahnya.

Untuk tahap awal, Qlue akan mendukung gerakan Kang Pisman (kurangi, pisahkan, dan manfaatkan sampah) dengan mengajak masyarakat untuk melaporkan jika melihat tumpukan sampah ilegal. Warga dapat melaporkan secara real-time dan akurat melalui aplikasi Qlue, yang berbasis lokasi. Laporan warga akan masuk ke dalam Qlue Dashboard yang terintegrasi dalam command center Pemkot Bandung.

“Data Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung menunjukkan rata-rata masyarakat kota Bandung memproduksi 1.600 ton sampah per hari, dengan 62 persen sampah berasal dari wilayah permukiman. Untuk itu, Qlue mengajak masyarakat kota Bandung menjadi smart citizen dengan cara melaporkan tumpukan sampah ilegal di sekitar pemukiman melalui aplikasi Qlue. Warga yang cerdas merupakan kunci dalam pengembangan smart city dan memberikan kontribusi mendukung perubahan positif pembangunan kota Bandung melalui aplikasi Qlue,” kata Rama Raditya.

Sebelumnya, Qlue juga telah membantu Pemkot Bandung dengan memasang QlueVision, yaitu video analytics di lima kamera CCTV milik Pemkot Bandung. Data tersebut digunakan sebagai data primer dalam Datathon 2019, kompetisi inovasi dan pemanfaatan data terbuka sebagai bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kota Bandung dan Kota Melbourne. Dalam kesempatan yang sama, Qlue juga menjadi panelis dan fasilitator bagi para inovator yang mengirimkan proposal ke Datathon Bandung 2019.

Rama menjelaskan, Qlue yang telah berkembang menjadi ekosistem smart city terlengkap di Indonesia akan menawarkan berbagai solusi smart city kepada Pemkot Bandung. Qlue saat ini fokus mengembangkan solusi smart city yang melibatkan teknologi mobile, artificial intelligence, dan internet of things (IoT). Produk Qlue antara lain Qlue Dashboard untuk visualisasi data dari lapangan, QlueVision yaitu CCTV Integration and analyisis yang dapat melakukan identifikasi wajah, kendaraan, hingga deteksi gangguan keamanan secara otomatis, dan QlueWork, yaitu fitur Qlue untuk meningkatkan koordinasi antar instansi yang efektif.

“Sejak awal berdiri Qlue mengambil inisiatif untuk terus memperkenalkan smart city solution kepada publik, dan meningkatkan partisipasi warga guna mendorong perubahan pelayanan publik agar lebih transparan dan akuntabel. Kami membangun sebuah platform dalam bentuk dashboard yang dapat menampilkan keluhan warga sehingga pemerintah mempunyai data real-time dan lokasi untuk memetakan berbagai keluhan dan masukan dari warganya,” ujar Rama.

Qlue dengan dukungan dari GSM Association, asosiasi perusahaan telekomunikasi dunia, untuk mempercepat penerapan smart city di tiga kota Indonesia, yaitu Bandung, Makassar, dan Kupang. Qlue telah melakukan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan tiga pemerintah kota tersebut pada awal tahun ini dan dijadwalkan aplikasi Qlue akan mulai dapat digunakan oleh warga pada pertengahan 2019. Program GSMA ini didukung oleh Departemen Internasional Britania Raya, dan Pemerintah Australia.

Saat ini user Qlue mencapai lebih dari 700 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan adanya program GSMA ini, Qlue menargetkan user akan meningkat 125 ribu user baru di tiga kota ini. Saat ini, Qlue telah menjadi perusahaan ekosistem smart city terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 50 institusi negara dan swasta multi-industri telah menggunakan solusi teknologi dari Qlue, mulai dari pemerintahan pusat dan daerah, BUMN, penegak hukum, real-estate, transportasi umum, hingga manufaktur.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA