Rangkul Masyarakat, Pimpinan BPJS Kesehatan Turun ke Perkampungan

Bandung Raya

Kamis, 11 Juli 2019 | 17:14 WIB

190711171218-rangk.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

Deputi Direksi Bidang JPKP BPJS Kesehatan, Dwi Martiningsih memberikan penjelasan kepada sekitar seratus orang warga pada acara Sosialisasi Program JKN-KIS di Desa Tanjungjaya, Kab. Bandung Barat, Kamis (11/7/2019).

DALAM rangka memperingati HUT Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang ke 51, jajaran Direksi dan senior leaders BPJS Kesehatan menyambangi sejumlah wilayah perkampungan di Indonesia. Salah satunya ke Desa Tanjungjaya, Kec. Cihampelas, Kab. Bandung Barat, Kamis (11/7/2019).

Deputi Direksi Bidang JPKP BPJS Kesehatan, Dwi Martiningsih mengatakan, selain untuk memantau langsung implementasi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), kunjungan tersebut juga dilakukan guna menjaring aspirasi masyarakat demi menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan sosial.

"Kondisi geografis di Indonesia sangat bervariasi, begitu juga dengan demografi dan latar belakang perekonomian penduduknya. Oleh karena itu, kami ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai tempat, khususnya wilayah perkampungan yang kondisinya cukup berbeda dengan wilayah perkotaan yang aksesnya serba ada. Apa saja yang perlu dipertahankan dan disempurnakan. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk melakukan peningkatan layanan JKN-KIS ke depan," ungkap Dwi Martiningsih saat ditemui di sela-sela kegiatan BPJS Kesehatan Turun Kampung di Desa Tanjungjaya.

Dalam kunjungan tersebut, kata Dwi, BPJS Kesehatan juga menyambangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yaitu Puskesmas Cihampelas untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data.

Tak sampai di situ, lanjut dia, BPJS Kesehatan pun menyerahkan bantuan peralatan olahraga dan mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup sehat. Dwi pun menegaskan, dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, pihaknya tak bisa berjalan sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Terlebih, saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS.

"Masyarakat punya peran besar untuk mengawal agar program JKN-KIS bisa terus berjalan, salah satunya dengan menjaga agar yang sehat tetap sehat dan yang sakit tidak bertambah parah. Sehat itu murah dan mudah. Makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan olahraga ringan tiap hari. Ini hal yang sederhana, tapi tantangannya luar biasa karena tergantung komitmen kita sendiri," ujarnya.

Dwi pun mengingatkan kembali makna gotong-royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan dalam mengemban tugasnya menjalankan program JKN-KIS.

"Jangan lupa, iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, khususnya yang sudah menjadi peserta JKN-KIS, agar gotong-royong dapat terwujud dan program perlindungan kesehatan ini dapat berjalan optimal," katanya.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA