Muncul Klaim Dukukan ke Bamsoet, Munaslub Golkar Memanas

Bandung Raya

Selasa, 9 Juli 2019 | 18:46 WIB

190709183701-muncu.jpeg

Anthika Asmara

MUSYAWARAH Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar kian memanas. Setelah ada kubu mengklaim sudah mendapatkan 468 dukungan untuk Airlangga Hartanto, muncul juga klaim dukungan yang mengarah ke Bambang Soesatyo.

Adanya saling klaim dukungan ini membuat Munaslub Partai Golkar memunculkan dua nama yang sama kuat. Bambang sendiri saat ini menjabat Ketua DPR RI.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengetakan, bahwa dukungan suara kepada kandidat lain tidak dapat dipastikan keabsahannya. Bahkan Ia meragukan dukungan kepada kandidat lainya.

"Kami sudah serahkan secara resmi surat dukungan sekitar 468, dari yang jumlah yang berhak memberikan suara sebanyak 557 suara. Artinya 80% sudah mendukung pak Airlangga," kata Dedi saat ditemui di kantor DPD Golkar Jawa Barat jalan Maskumambang, kota Bandung, Selasa (9/7/2019).

Terkait dukungan untuk kandindat lain, Dedi mempertanyakan dukungan itu sudah melalui proses yang benar secara partai dan hukum, dan tunjukan dari DPD mana saja yang sudah mendukungan kandidat lain itu.

"Ini dukungan apakah keluar dari unsur struktur partai atau bukan," kata Dedi.

Bahkan Dedi menantang kubu Bamsoet untuk membuktikan keabsahan dukungan tersebut. Pasalnya, pihaknya curiga bahwa dukungan tersebut hanyalah klaim dari pihak-pihak yang sudah tidak lagi memiliki hubungan struktural dengan Partai Golkar.

Sebaliknya, sebagai pihak yang terus menyuarakan Airlangga Hartarto untuk kembali memimpin Partai Golkar, dia meyakinkan bahwa dukungan suara yang sudah dikantongi Airlangga Hartarto sah, baik secara hukum maupun administrasi.

"Kalau kami memiliki dokumen yang jelas, fotonya bada, peristiwa penyampaian dukungannya ada. Ya, kita tentunya seluruh regulasi ini memiliki aspek administrasi yang memadai," katanya.

Dukungan terhadap Airlangga Hartarto dari hari ke hari terus menguat. Dedi menyebutkan, hingga Senin (8/7/2019) malam, Airlangga Hartarto sudah mengantongi sekitar 80 persen dukungan atau 468 suara dari total pemilik suara Munas Partai Golkar yang jumlahnya mencapai 557 suara.

"Seluruh dukungan itu didasarkan pada rapat pleno di DPD II (kabupaten/kota)-nya masing-masing dan rapat pleno di DPD I (provinsi)-nya masing-masing, termasuk organisasi pendiri Partai Golkar. Dibubuhi tandatangan dan cap basah. Kemudian berstempel, yang sifatnya mengikat, baik secara moral organisasi maupun administrasi organisasi," ucap Dedi.

Dedi menjelaskan, moral organisasi bermakna bahwa siapapun yang sudah memberikan pernyataan dukungan tersebut lahir dari sebuah kesadaran. Sedangkan sah secara administrasi organisasi, yakni organisasi sudah melaksanakan rapat pleno sebelum memutuskan mendukung Airlangga Hartarto.

"Artinya, memiliki kekuatan hukum secara administrasi yang mengikat pada para pihak," kata Dedi.

Dengan dukungan yang memiliki kekuatan hukum dan administrasi yang mengikat tersebut, Dedi menilai, kepemimpinan Airlangga Hartarto selama ini mendapat apresiasi yang baik dari segenap kader partai.

"Dukungan ini disampaikan oleh para pihak yang memiliki kapasitas, otoritas, dan kewenangan terhadap pengambilan keputusan di Partai Golkar," tuturnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA