Bea Cukai Bandung Gagalkan Penyelundupan Sabu-sabu 1,5 Kg

Bandung Raya

Rabu, 26 Juni 2019 | 16:56 WIB

190626165819-bea-c.jpg

Rio Ryzki Batee

PETUGAS Bea Cukai Bandung menggagalkan penyelundupan narkoba jenis 1,5 Kg metahamphemine atau sabu di Bandara Husein Sastranegara, Kamis (20/6) kemarin. Penyelundupan barang haram tersebut, dilakukan oleh salah seorang penumpang, CN (44) yang merupakan warga negara Afrika Selatan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Saifullah Nasution mengatakan, terungkapnya kasus tersebut, ketika petugas melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, yang baru saja tiba dari Singapura dengan menggunakan pesawat Silk Air.

Penerbangan Silk Air MI 192 rute Singapura-Bandung ini, merupakan penerbangan transit dari Bandara Internasional OR Tambo, Afrika Selatan.

"Yang bersangkutan ini belum pernah ke Indonesia. Karena jarak dari Afrika Selatan yang cukup jauh ke Indonesia, sehingga tidak mungkin seseorang datang secara khusus dan mempunyai misi," ungkapnya kepada wartawan dalam ekspose di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung, Jln. Rumah Sakit, Kota Bandung, Selasa (26/6/2019).

Menurutnya, berdasarkan kecurigaan tersebut, maka petugas melakukan pemeriksaan kepada perempuan yang berperawakan besar tersebut. Walau melalui sinar X tak menemukan hasil, petugas tetap melanjutkan dengan pemeriksaan badan. Saat pemeriksaan itulah ditemukan barang yang diduga sabu, yang disisipkan di pakaian dalam pelaku.

"Dari pemeriksaan badan, petugas menemukan tiga bungkus berisi kristal bening seberat 1.595 gram di bra dan celana dalam yang bersangkutan. Setelah dilakukan narco test, terbukti barang itu merupakan methamphetamine atau sabu," tuturnya.

Setelah pemeriksaan tersebut, petugas Bea Cukai menyerahkan barang bukti dan tersangka ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut, untuk proses selanjutnya.

Saifullah menjelaskan, pengungkapan ini sejalan dengan semangat pemberantasan korupsi yang dicanangkan Persatuan Bangsa-Bangsa. Mengingat tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional.

"Upaya ini sejalan dengan semangat yang dicanangkan oleh PBB, sehingga bangsa kita bisa terbebas dari narkotika. Sehingga sekitar 11 ribu orang terhindar dari bahaya narkoba," ujarnya.

Sementara itu, Tersangka penyelundupan, CN (44) sendiri menerangkan baru pertama kali datang ke Indonesia. Ia mengakui ada yang menyuruh, untuk membawa barang haram tersebut ke negara ini.

"Saya baru pertama kali ke Indonesia dan tidak tahu disuruh membawa barang apaan. Saya dijanjikan bayaran sekitar 45 ribu dollar," tambahnya.

Akibat aksinya, pelaku dijerat Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Dan, Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dirinya terancam hukuman penjara hingga 20 tahun.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR