Pasar Tradisional di Bandung Rawan Kebakaran, Ini Sebabnya

Bandung Raya

Rabu, 26 Juni 2019 | 16:46 WIB

190626163846-pasar.jpg

Rio Ryzki Batee

PASAR-pasar tradisional di Kota Bandung rawan kebakaran, pasalnya alat proteksi pemadam kebakaran yang belum maksimal. Apalagi jaringan listrik yang masih semrawut atau bertumpuk, menjadi sumber utama penyebab kebakaran.

Kasi Pemeriksaan dan Pengawasan Gedung dan Bangunan Diskar PB Kota Bandung, Elan Suparno mengatakan bahwa pihaknya masih menemukan banyak jaringan listrik yang menumpuk diantara kios pada pedagang, seperti di Pasar Sederhana. Termasuk kabel listrik yang digunakan tidak sesuai standarisasi.

"Kami menemukan diantara pengguna kios ada kabel yang menumpuk dan tidak sesuai standar. Sehingga riskan terjadi kebakaran," ungkapnya usai inspeksi proteksi kebakaran di Pasar Sederhana, Jln. Jurang, Kota Bandung, Rabu (26/6/2019).

Selain persoalan listrik, pihaknya juga mengkritisi jalur evakuasi yang belum ada, seperti petunjuk jalan dan lain sebagainya. Jika sewaktu-waktu terjadi kejadian kebakaran.

Dikatakannya, dalam persoalan lain yang perlu diperhatikan, yakni soal jalur hydrant yang dibutuhkan agar dapat segera memadamkan kebakaran yang terjadi. Dimana butuh kolaborasi semua pihak, baik PD. Pasar, Diskar PB, PDAM dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung.

"Sejauh ini kami telah melakukan pemantauan di 9 pasar tradisional, tinggal selanjutnya ke titik-titik lainnya untuk melihat bagaimana kondisi proteksi kebakaran," katanya.

Pihaknya juga terus mensosialisasikan bagaimana penggunaan jaringan listrik yang aman, kepada para pengelola pasar. Termasuk menyediakan satu Alat Proteksi Api Ringan (APAR) disetiap kios pasar.

"Kami juga mengusulkan setiap los atau kios minimal 1 APAR dan terus sosialisasikan bagaimana penggunaan jaringan listrik yang aman," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pasar Sederhana, Dewi Lidia mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan pelatihan dan sosialisasi terkait proteksi kebakaran kepada para pedagang. Diakuinya masih ada kabel yang tidak sesuai standar atau bertumpuk di pasar.

"Kami akan berkolaborasi dengan PLN, Diskar PB dan para pedagang, agar tumbuh kesadaran akan proteksi kebakaran pasar dan lain sebagainya," ucapnya.

Disinggung masih banyak kabel yang tidak beraturan atau tidak memenuhi standar, lanjutnya, hal tersebut dikarenakan para pedagang yang tidak sabar akan pemasangan listrik di kiosnya. Sehingga memasang sendiri jaringan listrik, meski belum paham proteksinya.

Lebih jauh, pihaknya sendiri tidak mengeluarkan rekomendasi untuk pemasangan kabel listrik, karena menunggu standarisasi dari PLN. Walaupun masing-masing pedagang sudah memiliki meteran sendiri, namun banyak yang belum paham akan penggunaan jaringan listrik yang bijak.

"Jadi untuk standarisasi, aturannya pemasangan meteran disetiap pasar diambil kewenangannya oleh PD. Pasar. Kedepan kita akan mengundang semua pihak terkait, untuk bersama-sama mensosialisasikannya ke para pedagang dan masyarakat," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA