Membangun Jembatan Gantung, Mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin

Bandung Raya

Sabtu, 22 Juni 2019 | 11:01 WIB

190622110227-memba.jpg

Hj. Eli Siti Wasliah

KEPALA Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jawa Barat, Dedi Supandi menyatakan, program Jembatan Gantung Desa atau Jantung Desa merupakan salah satu inovasi untuk merealisasikan visi misi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat --Jabar Juara Lahir Batin.

Menurut Dedi Supandi, ada tiga hal utama yang ingin dicapai DPM-Desa dengan Jantung Desa, yakni meningkatkan ekonomi masyarakat desa, memperbaiki konektivitas antar desa, dan menekan biaya transformasi masyarakat desa.

“Jembatan gantung desa merupakan terobosan untuk meningkatkan konektivitas wilayah antar desa yang memiliki banyak kepentingan,” kata Dedi Supandi melalui siaran persnya, Sabtu (22/6/2019).

“Ujungnya adalah peningkatan ekonomi, efektivitas waktu, dan efektivitas biaya. Mereka yang harus berkeliling sekian kilometer cukup menyeberang dengan waktu relatif singkat, mengangkut hasil pertanian tidak terlalu lama, ada efektivitas waktu dan biaya,” lanjutnya.

Dedi Supandi tidak menampik bahwa ada beberapa kendala dihadapi dalam proses pembangunan desa. Salah satu kendala terbesar adalah minimnya akses menuju lokasi. Menurutnya, beberapa lokasi yang akan dibangun jembatan gantung tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Situasi tersebut, kata Dedi Supandi, menghambat proses pengiriman bahan baku. Guna menuntaskan kendala itu, DPM-Desa Jawa Barat berkolaborasi dengan masyarakat sekitar untuk menjamin Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kondisi beberapa lokasi itu hampir tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Untuk membawa bahan harus menggunakan tenaga pemberdayaan (atau) tenaga padat karya. Bahan baku digotong sampai ke lokasi,” katanya.

“Tapi, masyarakat kita itu bagus. Mereka menyambut pembangunan jembatan desa dengan antusias dan ikut terlibat dalam pelaksanaan jembatan gantung. Mereka bergotong royong. Kepedulian masyarakat kita tinggi. Itu saja yang membuat kita semangat,” lanjutnya.

Guna menjaga kualitas jembatan gantung yang dibangun, DPM-Desa menggandeng beberapa tenaga pengawas profesional dan membentuk Satuan Tugas Pengawas Pelaksanaan Jantung Desa. Hal itu dilakukan agar program Jantung Desa berjalan sesuai rencana.

“Sudah kita lakukan dari bulan April sampai bulan Mei kemarin sudah ada pengawasan. Mengontrol kualitas dan di samping pengawas profesional, kita pun telah membuat regulasi tentang pelaksanaan pengawasan kegiatan Jantung Desa,” katanya.

Tahun 2019, DPM-Desa sendiri akan membangun 20 jembatan gantung di  di tujuh Kabupaten/Kota, yakni Sukabumi, Cianjur, Kuningan, Sumedang, Tasikmalaya, Majalengka, Garut, dan Subang. (adv)

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR