Parkir Liar, Ban Pajero Mewah Digembosi

Bandung Raya

Kamis, 20 Juni 2019 | 16:06 WIB

190620162633-parki.jpg

Remy Suryadie

SEBUAH mobil Mitsubishi Pajero mewah di Jalan LLRE Martadinata (Riau) terjaring razia parkir liar. Mobil berplat nomor D 1223 OB tengah parkir di bahu jalan samping kantor Kejati Jabar.

Dalam razia gabungan tim Satlantas Polrestabes Bandung dan Dishub Kota Bandung, mobil ditialng dan bannya digembosi.

Wakasatlantas Polrestabes Bandung, Kompol Bayu Catur Prabowo menjelaskan, razia ini merupakan kegiatan rutin penertiban untuk parkir liar di Kota Bandung. "Kegiatan penertiban parkir ini sudah berjalan hampir satu bulan," jelasnya, Kamis (20/6/2019).

Wakasatlantas menambahkan, razia parkir liar ini dilakukan berdasarkan sesuai dengan keluhan masyarakat. "Sampai hari kemarin hari kita sudah ada penurunan hanya sebanyak 40 kendaraan," jelasnya.

Diakuinya, hari ini sudah ada penurunan 50%. "Jadi untuk penerapan sanksi tetap di pengadilan akan menentukan. Dasar hukum penindakan tilang UU Lalulintas Angkutan Jalan Tahun 2009. Kita harapkan putusan dari pengadilan sanksi denda maksimal yaitu sebanyak Rp250.000 sesuai dasar hukumnya," jelasnya.

Harapannya, ke depan ketertiban Kota Bandung ini harus dipaksakan tertib cara menekannya itu dengan penerapan denda yang maksimal.

"Sehingga masyarakat akan berpikir ulang untuk parkir di sembarang tempat," paparnya.

Razia parkir liar sendiri, sebelumnya dilakukan oleh tim gabungan, di jalan LL RE Martadinata (Riau) dan Jalan Purnawarman depan BEC Mall.

Di jalan Riau, terjaring lima kendaraan. Dua kendaraan dilakukan penggembosan yakni Kendaran pick-up dan Mitsubishi Pajero. Di Jalan Purnawarman, petugas memberikan sanksi tilang kepada dua mobil minibus.

Selain mobil, puluhan motor yang berada di bahu jalan, diangkut petugas dengan truk dishub.

Masyarakat yang mendapat sanksi tilang, Rizal (26) mengatakan menerima sanksi dari petugas karena melanggar parkir. "Saya mengakui kesalahan, dan menerima sanksi tilang," jelas Rizal.

Sementara itu pelanggar lainnya, Jipo pengemudi ojeg online mengaku sangat berat dengan sanksi tilang yang diterapkan.

"Ya saya salah parkir di zona merah, saya berharap pemerintah kota melakukan langkah dengan menyiapkan parkir liar, apalagi bagi pengemudi online seperti kami," papar Jipo.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA