Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Turunkan 5 Tim Sosialisasi PPDB

Bandung Raya

Senin, 17 Juni 2019 | 19:42 WIB

190617195031-dinas.jpeg

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung DR. H.Juhana (kedua kiri) memaparkan materi PPDB Tahun Ajaran 2019-2020, pada Sosialisasi PPDB di Aula SMP Negeri 1 Soreang, Jln. Cibogor, Soreang, Senin (17/6)

Menjelang Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD dan SMP Tahun Ajaran 2019-2020, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menurunkan 5 Tim Sosialisasi. Tim ini serempak mensosialisasikan mekanisme dan tata cara PPDB Tingkat PAUD, TK/SD, SMP sederajat di 9 zonasi. 

Sekretaris Disdik Kab. Bandung H. Adang Sujana mengatakan, tim ini disebar mulai Senin (17/6/2019). Untuk wilayah Soreang sosialisasi dihadiri
langsung Kepala Disdik Dr. H. Juhana. "Sosialisasi melibatkan unsur Muspika, Kepala Desa, RT/RW, Tokoh Masyarakat, Organisasi Masyarakat, LSM," ujarnya kepada wartawan di sela sosialisasi di SMP Negeri 1 Soreang (17/6).

Dikatakan Adang, bahwa sosialisasi yang dilaksanakan bertujuan untuk menyampaikan tahapan tahapan PPDB Tahun Ajaran 2019 – 2020 sesuai yang dikeluarkan Kementrian Pendidikan Nasional dan Peraturan Bupati Bandung No. 30 Tahun 2091 tentang Pedoman PPDB.

Adang berharap pada penyelenggaraan PPDB tahun Ajaran 2019 – 2020 ini dapat berjalan dengan sukses tanpa exses. Seperti diketahui, lanjut Adang PPDB mengacu pada surat edaran bersama  Mendagri dan Mendikbud. Berdasarkan dari dua surat edaran, pihaknya sudah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) PPDB. Perbup PPDB pun sudah disosialisasikan oleh Asisten II Setda, H. Marlan kepada seluruh steackholder.

Kepala Didsik Kabupaten Bandung, Juhana menegaskan, dalam Perbup PPDB  menerapkan 90 % menggunakan Zonasi, 5 % Prestasi dan 5 % untuk orangtua yang pindah tugas dan lainnya. Pendaftaran tingkat TK/SD, SMP dan sederajat lainnya mulai dilaksanakan Juli mendatang.

Juhana mengimbau orangtua siswa agar mempersiapkan diri melengkapi persyaratan sesuai dengan yang dibutuhkan. Ia pun berharap, jika tak bisa masuk ke sekolah negeri, bisa memilih sekolah swasta.

“Sekolah itu tidak harus di sekolah Negeri saja, penerepan 9 Zonasi ini juga untuk memberikan wawasan bahwa sekolah Negeri dan swasta sama saja dengan tujuan Meninba Ilmu agar anaknya pintar dan memiliki skill tersendiri,” ujarnya.

Saat ini. lanjutnya persoalan PPDB ada pihak-pihak yang memaksakan kehendak masuk sekolah negeri. Padahal sekolah swasta juga banyak yang
memiliki preatasi. Namun tidak dipungkiri memang masih ada sekolah swasta yang berbayar. 

Editor: Rahmat Sudarmaji

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA