Hutan Kota KBB Terbengkalai dan Memprihatinkan

Bandung Raya

Jumat, 14 Juni 2019 | 16:18 WIB

190614155940-hutan.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

Dua orang ASN melintas menggunakan sepeda motor di depan Hutan Kota Cermat yang berada di Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Desa Mekarsari, Kec. Ngamprah, Jumat (14/6/2019). Kondisinya saat ini terbengkalai dan memprihatinkan.

KEBERADAAN Hutan Kota di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Desa Mekarsari, Kec. Ngamprah, semakin tidak jelas fungsinya. Meski awalnya dibangun untuk area publik, namun kondisinya kini terbengkalai dan memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Hutan Kota yang sebelumnya bernama Hutan Kota Cermat tersebut sudah tidak lagi digunakan oleh masyarakat. Padahal sebelumnya, kawasan tersebut kerap digunakan untuk berolahraga (area jogging track).

Selain pintu gerbang yang selalu tertutup, kondisi pohon, rumput dan tanaman liar menjadi pemandangan sehari-hari saat melewati hutan yang posisinya berada di seberang Gedung A Satuan Kerja Perangkat Daera (SKPD) tersebut.

"Beberapa tahun ke belakang, masih bisa dipakai untuk berolahraga, karena lokasinya nyaman apalagi udaranya segar soalnya banyak pohon. Tapi sekarang sudah tak bisa dipakai lagi, pintu gerbang selalu ditutup dan pohon serta rumput juga membuat kita tidak nyaman," ujar salah seorang warga Desa Cilame, Kec. Ngamprah, Junari (33) saat ditemui sekitar lokasi, Jumat (14/6/2019).

Tidak jelasnya fungsi Hutan Kota, tak hanya disesalkan oleh masyarakat, namun juga jadi sorotan Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat, Pither Tjuandys. Politisi Demokrat ini mempertanyakan soal keseriusan Pemerintah Daerah dalam memberikan fasilitas publik yang nyaman.

"Hutan kota ini apakah hanya modus proyek? Buktinya sekarang justru tak terurus. Lalu kemana biaya pemeliharaannya selama ini?," ujar Pither.

Menurutnya, anggaran miliaran yang sudah digelontorkan beberapa tahun lalu tersebut, justru malah seperti 'modus' untuk membuang anggaran melalui pembangunan proyek (Hutan Kota).

"Yang harus dipikirkan itu masyarakat. Kan area publik tapi faktanya tak bisa dipakai dan terbengkalai. Kasihan masyarakat sekitar yang ingin bermain di area tersebut. Kalau benar tahun ini ada bantuan dari pusat, saya harapkan pembangunan bisa dipercepat," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, Hutan Kota ini dibiayai oleh anggaran APBD Kabupaten Bandung Barat sekitar Rp 4 miliar selama tiga tahun anggaran, mulai 2015 sebesar Rp 2 miliar hingga terakhir di APBD murni tahun anggaran 2017 yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (SOTK Baru). Namun, selama 2018 Hutan Kota ini semakin kumuh dan tak terurus sampai saat ini. Di awal 2019 Hutan Kota akan berubah fungsi menjadi Taman Kota yang akan dikelola oleh Dinas Perumahan dan Permukiman.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA