Kemnaker Targetkan Cetak 526.189 SDM Terampil

Bandung Raya

Jumat, 14 Juni 2019 | 14:14 WIB

190614141440-kemna.jpg

Irwina Istiqomah

KEMENTERIAN Tenaga Kerja (Kemnaker) menargetkan mencetak 526.189 sumber daya manusia terampil pada tahun ini. Pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono mengatakan, kemajuan suatu negara ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Sebab, dengan mencetak tenaga kerja terampil dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Sumber daya ekonomi kini adalah sumber daya manusia terampil, bukan lagi sumber daya alam. Tapi, perlu adanya sinergi baik antara pusat dengan daerah untuk menggencarkan sosialisasi program ketenagakerjaan, khususnya program pelatihan kerja," terangnya di Balai Latihan Kerja Bandung, Jumat (14/6/2019).

Oleh karena itu, pihaknya memiliki kebijakan terkait penguatan mutu dan akses pelatihan. Durasi pelatihan tergantung dari standar kompetensi dan jenis keterampilan mulai dari 1-6 bulan lamanya.

"Mutu pelatihan kita tingkatkan melalui kerja sama dengan industri. Program-program pelatihan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kalau industri otomotif butuh mekanik, kita adakan pelatihannya. Untuk akses juga kita persiapkan sehingga siapapun dan dari daerah mana pun mudah mengakses pelatihan vokasi," tuturnya.

Meski dalam empat tahun terakhir angka pengangguran di Indonesia terus menurun, Bambang mengakui bahwa jumlah angkatan kerja masih didominasi oleh lulusan SD-SMP mencapai 58 persen. Hal ini menunjukkan sisi kualitas pekerja masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

"Sejak 2017 itu Balai Latihan Kerja (BLK) membebaskan syarat tanpa ada batasan pendidikan dan usia. Bagi lulusan SD-SMP atau yang umurnya sudah 45 tahun sekali pun, silakan saja ikut pelatihan selama ada kemauan. Pendaftaran terbuka untuk umum. Bisa melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat," jelasnya.

Kemnaker mencatat, jumlah peserta pelatihan vokasi mengalami tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Jika dibandingkan antara jumlah peserta pada 2014 dengan 2018 terjadi peningkatan mencapai 140 persen.

"Peningkatan jumlah peserta pelatihan vokasi ini kan sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan dan membangun sumber daya manusia yang berkualitas serta terampil," katanya.

Bambang mengatakan, di masa depan Indonesia membutuhkan banyak tenaga kerja terampil yang diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar 113 juta tenaga kerja. Ia menyebut, saat ini baru tersedia sekitar 57 juta orang sehingga setiap tahunnya Indonesia membutuhkan 3,7 juta tenaga kerja terampil.

"Melalu pelatihan berbasis kompetensi kita harapkan mampu mempersiapkan tenaga kerja terampil dan kompeten sesuai kebutuhan industri. Mereka nantinya mampu mengisi lowongan kerja yang ada di industri atau membuka lapangan pekerjaan atau usaha mandiri," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR