Tokoh Masyarakat Kabupaten Bandung Menolak Segala Bentuk Kekerasan dan Kerusuhan

Bandung Raya

Rabu, 12 Juni 2019 | 19:38 WIB

190612193913-tokoh.jpg

Engkos Kosasih

SEJUMLAH tokoh di Kabupaten Bandung sepakat menolak segala bentuk kekerasan, kerusakan dan sejenisnya serta mengajak menjaga ketertiban dan keamanan Kabupaten Bandung Jawa Barat dan lebih luasnya Indonesia.

Pasca Pileg dan Pilpres 2019 diharapkan seluruh komponen masyarakat kembali melaksanakan aktifitas sehari-hari seperti biasanya, meskipun masih tersisa tahapan sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi yang tinggal beberapa hari lagi dilaksanakan.

Pelaksanaan pencoblosan sudah selesai, sehingga yang sebelumnya sempat berbeda pilihan, berbeda pandangan, kini harus kembali berdamai dan bergandengan tangan. Selain itu bersama-sama ikut dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke arah yang lebih maju, aman, damai dan sejahtera, menuju negara baldatun toyyibatun warobbun gofur.

Hal itu juga diharapan oleh sejumlah tokoh agama dan warga Kabupaten Bandung, untuk meningkatkan perdamaian antar sesama tanpa ada gesekan dalam bermasyarakat setelah pelaksanaan pileg dan Pilpers 2019, termasuk juga menolak berita-berita hoax yang akan merugikan bersama.

Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung KH.Drs.Asep Jamaludin mengajak kepada seluruh masyarakat bersatu bersama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dicintai ini.

"Kami menolak berbagai bentuk kericuhan, berbagai bentuk provoaksi dan hoak yang muncul, mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga negara bangsa yang kita cinta, untuk selalu tentram," kata Asep kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).

Asep mengajak kepada masyarakat agar tetap rukun dan tantram dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

"Kami juga menolak segala bentuk keurusuhan, kekerasan dan sejenisnya. Mudah mudahan negara yang kita cintai menjadi negara baldatun toyyibatun warobbun gofur,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Tokoh Agama, Pimpinan Yayasan Pendidikan Al Mukhlisian H. Solihin. Ia menyatakan menolak dan menentang segala bentuk kerusuhan, kekerasan dalam bentuk apapun. 

"Kami menolak segala bentuk kerusuhan dan kekerasan yang bisa memecah belah bangsa,” pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR