Konsumsi Tembakau Gorila, Lima Pelajar SMP Diamankan BNN KBB

Bandung Raya

Rabu, 12 Juni 2019 | 18:54 WIB

190612185724-konsu.jpg

LIMA orang pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) diamankan oleh petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat, karena kedapatan mengonsumsi narkotika jenis tembakau gorila. Kelimanya saat ini fokus menyelesaikan rehabilitasi yang didampingi para petugas di lapangan.

"Kami mengamankan lima pelajar dan tidak dilakukan penahanan karena di bawah umur (di bawah 17 tahun), terus mereka juga hanya pemakai dan yang pasti bukti tembakau gorilanya tidak banyak. Kami putuskan untuk direhabilitasi didampingi petugas," ujar Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat, Sam Norati Martiana saat ditemui di kantornya, Rabu (12/6/2019).

Sam menjelaskan, sesuai dengan aturan rehabilitasi dilakukan sebanyak delapan kali pertemuan. Sedangkan sampai saat ini, sudah dilakukan enam kali pertemuan dengan mengambil tempat, di antaranya di Puskesmas Cililin.

"Para pelajar tersebut kami amankan pada 8 April 2019 lalu. Sejak penangkapan, kami langsung rehab jalan yang sampai saat ini menyisakan dua kali pertemuan lagi. Harapannya, setelah direhab mereka bisa menjauhi berbagai jenis narkoba," katanya.

Menurutnya, lingkungan sekolah menjadi bidikan BNN untuk terus dilakukan pengawasan serta sosialisasi anti narkoba. Bahkan, tahun ini tercatat ada 15 SMPN di Bandung Barat yang menjadi percontohan dalam program Bersih Narkoba (Bersinar).

Hal tersebut, lanjut Sam, sesuai dengan surat edaran (SE) Gubernur Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2019 tentang penguatan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) yang ditindaklanjuti SE Bupati Bandung Barat.

Sam menuturkan, program Bersinar bertujuan untuk menumbuhkan semangat masyarakat dalam menyelesaikan masalah besar berupa kasus narkoba. Karena saat ini, narkoba sudah masuk ke berbagai kalangan di tengah masyarakat, salah satunya lingkungan sekokah.

"Kami terus melakukan penguatan P4GN, salah satunya di lingkungan pendidikan. Agar sosialisasi anti narkoba ini bisa sampai ke masyarakat lebih cepat, pada Hari Jadi Bandung Barat yang ke-12 tepatnya pada 19 Juni mendatang, kami akan lebih gencar menyosialisasikan program anti narkoba melalui kegiatan posko kesehatan gratis bebas narkoba, olahraga senam bersama dan beberapa kegiatan lainnya," terangnya.

Rangkaian kegiatan tersebut, kata dia, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni.

"BNN Bandung Barat berkomitmen agar generasi milenial bebas dari narkoba. Sesuai dengan jargon Bandung Barat Lumpat menuju masyarakat AKUR (Aspiratif, Kreatif, Unggul dan Religi," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR