Pemkot Bandung Bangun Wetland Park untuk Menangani Banjir di Wilayah Timur

Bandung Raya

Rabu, 12 Juni 2019 | 18:25 WIB

190612182553-pemko.jpg

Rio Ryzki Batee

UNTUK menangani banjir di wilayah Bandung Timur khususnya, seperti Cibiru, Gedebage dan sekitarnya, Pemkot Bandung membangun Taman Wisata Air (Wetland Park) Cisurupan yang terletak di Jalan Cilengkrang 1 RW 08, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru.

Wetland Park Cisurupan merupakan area penampungan air yang juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, Wetland Park Cisurupan akan berfungsi menjadi kolam parkir penampungan sementara air hujan dari Sungai Ciloa. Hal itu dapat mengurangi limpahan banjir ke arah Gedebage dan sekitarnya.

"Jadi saat musim hujan, fungsinya sebagai penahan air menuju Gedebage. Di saat musim kemarau, fungsinya sebagai tempat cadangan air," ungkapnya saat mengukur serta memasang patok penanda untuk pemetaan lahan Wetland Park Cisurupan, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya selain menjadi area penampungan air, area Wetland Park Cisurupan akan jadi salah satu destinasi wisata Kota Bandung.

"Tentunya ini untuk meningkatkan potensi ekonomi warga," ujarnya.

Dikatakannnya, pembangunan Wetland Park Cisurupan ini akan mempertahankan utilitas yang sudah ada sehingga tidak mengganggu aktivitas warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Didi Riswandi menerangkan, dalam waktu dekat ini fungsi dasar dari Wetland Park Cisurupan akan selesai digarap.

"Targetnya 3 hari ke depan, jalan untuk pembangunan proyek selesai digarap, lalu dilanjutkan dengan pembangunan kolam-kolam," ujarnya.

Didi menjelaskan, sebanyak 12 kolam akan dibangun di area Wetland seluas 10 hektare ini. Pengerjaan fungsi dasar (basic function) Wetland Park ini dengan mengerahkan 60 tenaga lapangan DPU meliputi Tenaga Pasukan Katak, Jaga Pintu Air serta tenaga lapangan Unit Reaksi Cepat. Targetnya, pekerjaan akan selesai akhir Agustus 2019 mendatang.

"Untuk arsitekturnya, nanti akan digarap setelah basic function selesai. Basic function yang selesai akhir Agustus ini menjadi fungsi dasar Wetland Park Cisurupan bisa dipakai menampung Parkir Air Hujan Sungai Ciloa," paparnya.

Sedangkan Lurah Cisurupan Yaya Sutaryadi menerangkan, masyarakat Cisurupan menyambut positif pembangunan taman wisata air ini. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar juga telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

"Lahan di sini banyaknya digunakan untuk budidaya ikan, sehingga konsep Taman Wisata Air tak akan mengganggu fungsi lama dari lahan ini. Karena potensi ekonomi masyarakat tentu bisa terdongkrak tanpa mengalihfungsi potensi asalnya," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA