Peristiwa Kebakaran di Kabupaten Bandung Meningkat

Bandung Raya

Rabu, 12 Juni 2019 | 18:22 WIB

190612182526-peris.jpg

Dok

Ilustrasi kebakaran

SEJAK Januari hingga awal Juni 2019, tercatat ada 114 kejadian kebakaran di Kabupaten Bandung. Penyebab kebakaran tersebut, rata-rata karena korsleting listrik, kompor gas, tungku kayu bakar dan juga petasan.

Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, Endang Sulaeman mengatakan, khusus selama bulan Ramadan ada 28 kejadian kebakaran.

"Pada bulan yang sama dengan tahun lalu memang tahun ini meningkat. Tahun lalu itu ada 17 kejadian kebakaran, kalau tahun ini 28 kejadian kebakaran. Kalau sepekan saat lebaran ada tiga kebakaran dan enam kali penyelamatan," ujar Endang saat ditemui di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (12/6/2019).

Meski jumlah kejadian kebakaran meningkat, menurutnya, secara kerugian terus menurun. Hal ini seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terkait keberadaan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung.

"Ketika ada kebakaran, masyarakat dengan cepat melaporkan kepada kami. Mungkin kalau dulu yang lapor itu cuma kebakaran rumah saja, tapi kalau sekarang banyak macamnya, seperti kebakaran mobil, alang-alang dan lain sebagainya. Selain itu, dengan adanya sembilan pos, semakin mendekatkan pelayanan kami pada masyarakat," ungkapnya.

Endang menjelaskan, rata-rata penyebab kebakaran karena korsleting listrik, kompor gas, tungku api dan juga petasan. Kebakaran terjadi karena kelalaian masyarakat dalam penggunaan peralatan tersebut, sehingga mengakibatkan bencana kebakaran.

"Salah satu penyebab konsleting listrik itu karena pemakaian peralatan listrik yang tidak sesuai standar. Kemudian ada juga karena lupa mematikan kompor gas dan lupa mematikan tungku api bekas memasak di dapur. Tak hanya itu saja, anak-anak yang main petasan juga harus diwaspadai," terangnya.

Saat ini, kata dia, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung memiliki sembilan pos pelayanan. Masing-masing pos dilengkapi armada pancar, pompa dan armada suplay. Kemudian, sembilan pos ini juga ditunjang dengan 136 orang personil yang siap melayani masyarakat.

"Kebutuhan kami saat ini yang belum terpenuhi adalah penambahan selang, nozle dan beberapa perangkat pendukung lainnya. Penambahan ini sangat penting, seperti selang sangat penting untuk menjangkau lokasi kebakaran yang ada di dalam gang," ujarnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR