Yana Minta Seluruh Pedagang di Pasar Kota Bandung Gunakan Kabel Listrik Sesuai Standar

Bandung Raya

Rabu, 12 Juni 2019 | 17:45 WIB

190612174658-yana-.jpg

WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau kepada PD Pasar Bermartabat Kota Bandung untuk membuat surat edaran kepada para pedagang pasar agar menggunakan kabel instalasi yang sesuai standar. Mengingat terjadi kebakaran pasar yang terjadi dalam waktu yang berdekatan yakni Pasar Kosambi dan Pasar Ujung Berung.

"Rata-rata menurut informasi karena hubungan arus pendek, yang menjadi penyebab kebakaran di pasar. PD Pasar mengimbau dan membuat surat edaran terkait instalasi listrik yang sesuai standar," ungkapnya di Pasar Sederhana, Jln. Jurang, Kota Bandung, Rabu (12/6/2019).

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pihaknya, masih banyak kabel atau instalasi listrik yang belum memenuhi standar di pasar-pasar. Selain itu, melatih satpam pasar untuk bisa menggunakan alat pemadam kebakaran portable.

"Sekaligus juga standarisasinya dengan luas pasar sekian, berapa yang alat pemadam kebakaran portable yang dibutuhkan," katanya.

Yana berharap PD Pasar Bermartabat Kota Bandung bersama Diskar PB dapat mengupayakan berbagai hal tersebut, di 37 pasar tradisional di Kota Bandung. Termasuk bersama PLN untuk terus melakukan pembenahan terkait instalasi listrik.

"Mudah-mudahan dengan dipenuhi secara standar, mengurangi dan meminimalisasi resiko kebakaran," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Dadang Iriana mengatakan bahwa kondisi sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung, cukup rawan terjadi kebakaran.

"Hari ini ingin melihat langsung keadaan pasar tradisional itu seperti apa. Padahal pasar-pasar di Kota Bandung, selama ini pun sudah dilakukan pembinaan dan pelatihan pemadaman kebakaran oleh Diskar PB Kota Bandung," tuturnya.

Pihaknya berharap kejadian kebakaran tidak terulang kembali, apalagi mengingat Pasar Sederhana yang juga pernah mengalami kebakaran.

"Pak Wakil pun melihat langsung bagaimana kondisi instalasi sambungan listrik di pasar tradisional ini, yang begitu semrawut dan sembarangan," terangnya.

Disinggung soal penyebab kebakaran pasar karena hubungan arus pendek, lanjutnya, secara kasat mata memang benar tapi hal tersebut masih dalam tahap penelitian dan pemeriksaan dari pihak Kepolisian. Selain itu, pihaknya akan memprioritaskan, penanggulangan arus pendek sebagai penyebab terjadinya kebakaran.

Berdasarkan hasil kajian pihaknya, kondisi di pasar-pasar tersebut memang rawan akibat kelalaian manusia, seperti penyambungan instalasi yang tidak sesuai prosedur, kemudian tidak adanya hidrant dan APAR, ditambah SDM nya yang tidak terlatih.

"Maka seharusnya minimal para pedagang pasar ini mengetahui cara-cara evakuasi, penggunaan APAR," ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya harus memberikan edukasi, pelatihan, dan pemahaman terkait hal tersebut. Agar tingkat kesadaran para pedagang pasar semakin meningkat.

Sementara terkait rencana pembentukan kelompok pedagang penanggulangan kebakaran di setiap pasar, menurutnya hal tersebut kewenangan teknisnya berada di pihak PD Pasar. Namun pihaknya akan turut membantu dengan memberikan pembinaan kepada para pedagang.

Pada kesempatan yang sama, Humas PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung, Iqbal Nurhakim mengakui bahwa sering terjadi kehilangan APAR di pasar-pasar tradisional. Lebih jauh, pihaknya akan mensosialisasikan APAR kecil yang harus ada di masing-masing kios pasar, sebagai pencegahan awal.

"Selain itu, kultur setiap pasar juga berbeda terutama keberadaan hidrant. Maka APAR kecil ini akan kami sosialisasikan kepada para pedagang sebagai pencegahan awal ketika terjadi kebakaran," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA