Rusak Akibat Ulah Tangan Jahil, Taman Lampion Ditutup

Bandung Raya

Rabu, 12 Juni 2019 | 15:44 WIB

190612154519-rusak.jpg

YouTube

SEJUMLAH fasilitas rusak, Taman Lampion Tegallega ditutup sementara, selama empat hari mulai Selasa (11/6/2019) hingga Jumat (14/6/2019). Penutupan dilakukan karena akan dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Warga bisa kembali menikmati keindahan Taman Lampion pada Sabtu (15/6/2019).

"Yang ditutup sementara hanya Taman Lampionnya saja, Taman Tegalleganya tidak," ungkapnya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dadang Dharmawan, Rabu (12/6/2019).

Penutupan, kata Dadang, dilakukan karena bakal dilakukan perbaikan sejumlah fasilitas yang rusak. Diantaranya pagar pembatasan lampion dinosaurus yang ada di Taman Lampion, jaringan kabel yang korsleting listrik, begitu juga beberapa lampionnya yang rusak akibat tangan-tangan jahil pengunjung.

Diakuinya, saat libur lebaran jumlah pengunjung cukup tinggi. Sedikitnya 300-400 pengunjung datang ke Taman Lampion. Demi kenyamanan, sejumlah fasilitas yang rusak ini pun akam diperbaiki.

"Karena alasan keamanan bagi pengunjung juga, area Taman Lampion di Taman Tegalega kami tutup sementara untuk perbaikan," jelasnya.

Penutupan dilakukan selama empat hari terhitung mulai 11-14 Juni 2014. "Target kami Sabtu (15/6/) sudah dapat dibuka kembali," kata Dadang.

Bayar
Taman Lampion yang berada di kawasan Tegallega menjadi magnet baru di Kota Bandung. Sejak dibuka 24 Mei lalu, banyak pengunjung yang mendatangi taman tersebut.

Namun sejumlah pengunjung mengeluhkan karena untuk dapat masuk ke Taman Lampion harus membayar peron Rp 1000, belum lagi saat mau memasuk ke Taman Tegalleganya juga harus merogoh kocek Rp 2000. Meski jumlahnya terbilang kecil, namun pengutipan sampai dua kali itu disayangkan.

"Sebelum masuk Tegalleganya di pintu gerbang kita bayar Rp 2000, setelah itu masuk lagi ke Taman Lampionnya bayar juga Rp 1.000," ujar Rohayati warga Dipatiukur.

Dirinya memang sengaja datang ke Tamab Lampiob bersama anak dan keponakannya. "Lihat-lihat di media sosial tempatnya menarik, namun sayang tempat sampahnya sedikit jadi banyak sampah yang dibuang pengunjung sembarangan," ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Dadang mengatakan setiap masuk Taman Tegallega dikenakan retribusi Rp 1.000 sesuai peraturan. Kemungkinan penarikan saat masuk ke Taman Lampion ini untuk menghindari pengunjung yang tidak bayar retribusi di gerbang masuk Tegallega.

"Saat bayar retribusi masuk Tegallega minta struknya, nanti perlihatkan saat mau masuk ke Taman Lampion," tandas Dadang.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR