K.H. Habib Syarief Muhammad Al-Aydarus Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi

Bandung Raya

Rabu, 12 Juni 2019 | 15:37 WIB

190612154102-k-h-h.jpg

TINGGAL menghitung hari, Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang gugatan sengketa Pilpres 2019. Gugatan itu dilayangkan kubu paslon nomor urut 2 Prabowo dan Sandiaga Uno.

Atas itu pun, masyarakat diminta untuk menjaga kondufitas serta menahan diri dan tidak termakan informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan segala bentuk aksi kekerasan dan kekeruhan itu melanggar hukum. Selain itu, juga membuat masyarakat resah, akibat dari aksi kerusuhan disertai kekerasan tersebut.

"Kalau misalnya model penyelesaian seperti itu justru akan menyebabkan terhambat proses demokrasi di Indonesia. Masih banyak cara-cara yang lebih santun, lebih beretika. Kemudian proses-proses hukum kan sudah di sediakan itu kan merupakan kesepakatan awal," terang Ketua Umum Yayasan Assalaam, K.H. Habib Syarief Muhammad Al-Aydarus, saat di temui di Kantor Yayasan Assalam Jalan Yudha, Pungkur, Kota Bandung, Rabu (12/6/2019).

Ia turut mengajak masyarakat guna bersama-sama menjaga kondusivitas yang ada di lingkunganya masing-masing. Ajakannya itu, agar masyarakat tidak terpengaruh adanya provokasi kekerasan maupun berbagai tindakan yang melanggar hukum dari oknum yang tak bertanggung jawab.

"Akibat dari itu semua, akhirnya kerugian di tanggung bersama. Perekonomian juga terhambat. Apalagi yang namanya nyawa, itu tidak bisa ada nilai. Bangsa ini harus mulai melakukan proses pendewasaan, dewasa dalam berpikir, bersikap dan sebagainya," ucapnya.

Ia pun menentang keras apapun segala bentuk kekerasan yang ditimbulkam hanya untuk segelintir orang. Ia menilai kekerasan tidak ada manfaatnya bagi kepentingan umat.

"Saya sangat menentang keras hal kekerasan dalam bentuk apapun. Cara kekerasan seperti itu saya tidak melihat manfaatnya," ungkapnya

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR