Michael : Konsumen Belum Siap dengan Penghapusan Diskon Ojol

Bandung Raya

Rabu, 12 Juni 2019 | 14:53 WIB

190612145543-micha.jpeg

prfm

KEMENTERIAN Perhubungan berencana melarang diskon pada tarif ojek online (ojol). Pelarangan itu akan dilakukan karena diskon yang diberikan dinilai menimbulkan persaingan tidak sehat antar operator. Kemenhub sedang mematangkan aturan ini yang rencananya akan diluncurkan akhir Juni 2019.

Menanggapi rencana ini, Ketua Umum Himpunan Transportasi Online Bersama (HTOB), Michael Pratama Jaya memandang dibandingkan menghapus diskon, Kemenhub seharusnya membuat regulasi untuk mengatur promosi dan diskon. Hal ini sekaligus akan mengatur kompetisi, dan membuka peluang bagi operator baru sehingga dapat turut berkompetisi dalam bisnis ojek online.

"Lebih baik daripada Kemenhub menghapus diskon atau promo ini, sebaiknya Kemenhub mengatur diskon dan promo. Sehingga kompetisi yang diharapkan dapat berjalan baik dan memberikan ruang kepada pemain (red: operator) baru. Pemerintah menentukan siapa saja yang boleh melakukan promosi, jumlahnya berapa. Agar yang dominat tidak mematikan yang kecil", ujar Michael seperti dikutip dari prfmnews, Rabu (12/6/2019).

Konsumen dinilai belum siap apabila pemerintah menghapus diskon dan promosi. "Karena kalau langsung tarif promosinya dihapuskan saya rasa masyarakat belum siap. Masyarakat ini yang dimaksud, baik pengguna maupun pengemudinya. Karena penghapusan diskon ini akan berdampak pada kenaikan tarif", tambah Michael.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR