Yuk, Bermain ke Taman Tegallega yang Sudah Dibuka Untuk Umum

Bandung Raya

Minggu, 26 Mei 2019 | 12:10 WIB

190526115547-yuk-b.jpg

Darma Legi

Warga menikmati suasana di Taman Tegallega seusai Soft Launching, Jln. BKR, Kota Bandung, Jumat (24/5/2019). Pemkot Bandung menggelar Soft Launching Taman Tegalega, meskipun revitalisasinya belum 100% rampung tapi Taman Tegallega sudah layak untuk dipergunakan masyarakat sebagai ruang publik

TAMAN Tegallega dibuka kembali untuk umum setelah proses revitalisasi yang cukup panjang. Dengan penambahan beberapa fasilitas, kini masyarakat bisa menggunakan semua area di Taman Tegallega.

Di bagian dalam sebelah selatan monumen Bandung Lautan Api terdapat mini amphitheater yang terletak di samping kiri akses masuk Taman Lampion. Masjid Al Barokah di sebelah timur amphiteater juga melengkapi keindahan Taman Tegallega.

"Warga memang berharap cepat dibuka dan dimanfaatkan. Ini memang belum tuntas. Insya Allah akan kita lanjutkan lagi," kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dalam siaran pers, Minggu (26/5/2019).

Oded menambahkan. Pemkot Bandung akan menyempurnakan penataan kawasan Taman Tegallega pada 2020 mendatang, sehingga semua fasilitas bisa dinikmati secara maksimal.

Sementara itu, Kepala DPKP3 Kota Bandung, Dadang Darmawan memaparkan, pengerjaan Taman Tegallega dilakukan secara bertahap sejak 2016. Secara keseluruhan, kini biaya revitalisasi sudah menghabiskan Rp. 31 miliar.

"Terakhir kemarin 2018 ini anggarannya Rp10 miliar. Di antaranya untuk membangun amphitheater, mini amphitheater dan Masjid Al Barokah. Luas masjid itu 300 meter persegi dan bisa menampung lebih dari 200 orang," ucap Dadang.

Dadang melanjutkan, proses penuntasan revitalisasi akan diupayakan terlaksana pada 2020 mendatang. Sebab, masih ada sejumlah fasilitas utama yang harus diperbaiki seperti lapangan sepak bola, lapangan basket, dan kolam renang.

"Sisanya menyelesaikan amphiteater kalau konstruksinya itu sekitar Rp6 miliar. Lalu kolam renang, lapang sepak bolan lapang basket kalau dihitung Rp36 miliar sudah bisa beres. Tapi tanpa monumen yang di atas," ungkapnya.

Dadang menuturkan, untuk mengurus area kawasan Taman Tegallega seluas 17 hektar tersebut tak kurang dari 135 orang, yang terdiri dari pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), petugas kebersihan dan petugas keamanan.

"Keamanan 37 dan PHL petugas kebersihan 80 orang dan pegawai PNS 18 orang itu yang menjaga dan mengelola taman ini," jelasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR