Selama 7 Bulan, Angka Perceraian di KBB 1.500 Perkara

Bandung Raya

Jumat, 24 Mei 2019 | 18:38 WIB

190524184001-selam.png

SELAMA tujuh bulan terakhir tercatat angka perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Ngamprah, Kab. Bandung Barat, sudah ada 1.500 perkara. Kasus cerai gugat banyak diajukan warga selatan, seperti Cililin, Sindangkerta, Cipongkor, Gununghalu, dan Rongga. 

Humas Pengadilan Agama Ngamprah, Ahmad Hodri mengatakan, penyebab utama dari percaraian tersebut kebanyakan karena faktor ekonomi, perselisihan rumah tangga, hingga adanya pihak ketiga. 

"Dari 1.500 kasus yang masuk, 71 persennya atau 1.180 perkara sudah diputuskan. Faktor perceraian beragam, mulai dari ekonomi, perselisihan rumah tangga dan pihak ketiga. Bahkan, hal sepele juga bisa langsung mengajukan cerai ke pengadilan," ujar Ahmad Hodri di Ngamprah, Jumat (24/5/2019).

Selama bulan Ramadan ini, kata Ahmad, perkara yang masuk ke Pengadilan Agama Ngamprah mengalami penurunan. Tercatat, pada Mei ini perkara yang masuk baru diangka 124 perkara. Angka tersebut jauh dari bulan sebelumnya yang mencapai angka 300 perkara. 

"Hingga tanggal 21 Mei kemarin, perkara yang masuk sebanyak 124 perkara. Di bulan ini mengalami penurunan dibandingkan bulan April yang mencapai angka 300 perkara," sebutnya.

Menurutnya, penurunan perkara yang masuk sudah menjadi trend setiap memasuki bulan Ramadan dan terjadi di setiap daerah. Namun, biasanya perkara yang masuk akan kembali melonjak setelah Lebaran nanti. 

"Khusus perkara yang sudah masuk bulan ini, kemungkinan diputuskan juga setelah Lebaran walaupun ada beberapa yang diputuskan di bulan ini juga," katanya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR