Untuk Pembangunan RSUD Soreang Dianggarkan Rp 300 Miliar Lebih

Bandung Raya

Rabu, 22 Mei 2019 | 22:14 WIB

190522221557-untuk.jpg

Engkos Kosasih

PEMERINTAH Kabupaten Bandung bersama PT. Pembangunan Perumahan melaksanakan penandatanganan kontrak kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Rabu (22/5/2019).

Penandatanganan kontrak yang dilaksanakan di Gedung Bale Winaya tersebut turut dihadiri jajaran Manajemen RSUD Soreang, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dan pihak lainnya.

Pembangunan RSUD Soreang itu rencananya di sekitar Tanan Kota Soreang, Jalan Gading Tutuka Desa Cingcin Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Anggaran untuk pembangunan RSUD Soreang itu mencapai Rp 300 miliar lebih pada lahan seluas 7 hektare. Mulai pengerjaannya diperkirakan minggu depan, karena surat perintah kerja masih dalam proses pengerjaan.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengatakan, dalam penandatangan kontrak kesepakatan pembangunan RSUD Soreang dengan PT. Pembangunan Perumahan itu yang merupakan perusahaan nasional, sebelumnya melewati proses panjang. "Pemenang tender pembangunan RSUD Soreang dimenangkan oleh PT Pembangunan Perumahan, yang merupakan perusahaan nasional," kata Dadang kepada wartawan usai penandatangan kesepakatan.

Bupati mengatakan, pada hari ini merupakan proses administrasi dan penandatanganan kontrak, nantinya tinggal proses pelaksanaan di lapangan.

Pada acara penandatanganan kontrak ini, imbuh Dadang, turut dihadiri Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Turut dihadiri pula oleh Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Soreang dan pihak ketiga dari PT. Pembangunan Perumahan.

"Kami berharap pembangunan rumah sakit ini selesai bulan 10 tahun 2020. Harus selesai dengan anggaran Rp 300 miliar lebih," haapnya.

Menurutnya, rumah sakit tersebut dibangun lima lantai, dengan fasilitas kelas B dari sebelumnya kelas C. Dengan kapasitas 320 tempat tidur.

"Dengan fasilitas serba modern, mulai dari proses mengantarkan obat, ruang operasi, ruang steril," katanya.

Ia mengatakan, pembangunan rumah sakit itu, tak hanya melayani warga Soreang saja. Tetapi warga dari Cianjur Selatan, Bandung Barat, Cimahi serta Garut Selatan banyak yang mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

"Setelah pembangunan RSUD Soreang selesai, bekas bangunan rumah sakit akan digunakan lembaga pendidikan berupa akademi kesehatan atau pendidikan kesehatan," ungkapnya.

Di tempat sama, Direktur RSUD Soreang Iping S.W., menyatakan, kepindahan RSUD Soreang itu, setelah pembangunan rumah sakit yang baru selesai. "Kita membangun secara full. Proyek pengerjaan rumah sakit diperkirakan selama 2 tahun mendatang. Kalau sudah beres, nanti rumah sakit pindah ke bangunan yang baru di Cingcin,," ungkapnya.

Iping mengatakan, setelah selesai pembangunan rumah sakit itu, statusnya naik dari kelas C menjadi kelas B. Sementara bekas bangunan rumah sakit yang lama akan digunakan untuk kegiatan pendidikan. "Supaya aset daerah tidak terlantar. Apakah nantinya, digunakan untuk akademi keperawatan atau kebidanan, bergantung pada keputusan bupati," kata Iping.

Iping mengatakan, setelah dilaksanakan penandatanganan kontrak kerja pembangunan rumah sakit tersebut, mulai pengerjaan pembangunannya diperkirakan minggu depan.
"Surat perintah kerjanya lagi dioroses. Minggu depan mulai kerja," katanya.

Ia meminta doa kepada masyarakat dalam rencana pembangunan rumah sakit tersebut. "Ini untuk kemaslahatan masyarakat atau umat. Sesuai arahan dari Kejari Bale Bandung, dalam pelaksanaannya harus tepat sasaran, tepat guna dan tepat waktu, sehinga terhindar dari di luar rencana," katanya.

Menurutnya, pembangunan rumah sakit ini bagian dari pembangunan dalam bidang kesehatan,. Ia berharap bisa menjalankannya sebagaimana fungsinya sebagai rumah sakit.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR