Perkembangan Teknologi Berpengaruh pada Travel Angent Online

Bandung Raya

Rabu, 22 Mei 2019 | 19:48 WIB

190522195040-perke.jpg

Rio Ryzki Batee

SEIRING perkembangan teknologi, jasa travel agent online semakin menjamur ditengah masyarakat. Dengan perkembangan tersebut, maka travel agent konvesional mau tidak mau, harus mengikuti arus perkembangan zaman tersebut.

Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Jawa Barat, Yosep Sugeng Irianto mengatakan bahwa perkembangan teknologi berpengaruh kepada berbagai bidang, termasuk travel agent.

"Perkembangan digitalisasi ini mengarah kepada online, maka kita harus bergaul dengan kemajuan teknologi ini. Jika tidak maka akan terpojok sendiri," ungkapnya kepada wartawan usai Rakerda Astindo Jabar di Hotel Courtyard Marriot, Jln. Djuanda, Kota Bandung, Rabu (22/5/2019). 

Menurutnya peran pemerintah cukup penting dalam menjaga para pengusaha travel agent konvensional tetap hidup, yakni melalui regulasi yang lebih berpihak. Mengingat jumlahnya yang mencapai ratusan bahkan ribuan diseluruh Indonesia.

"Travel agent online hanya dimiliki oleh pemilik modal besar yang jumlahnya sedikit, maka perlu didorong aturan yang berpihak pada travel agent konvensional dari pemerintah," katanya.

Dikatakannya bahwa pihaknya juga sudah mempersiapkan berbagai upaya, dalam tetap mempertahankan eksistensi travel agent konvesional ditengaj zaman online saat ini. Seperti mempersiapkan SDM berkualitas dan mengeluarkan platform Astindo digital, yang mempermudah transaksi konsumen secara online

"Untuk mengakomodir transaksi anggota secara online ,maka kami mengeluarkan platform Astindo HUB. Dalam mengantisipasi tantangan digital," ujarnya.

Disinggung kondisi politik saat ini, lanjutnya, memiliki pengaruh yang cukup besar pada pariwisata di Indonesia. Bahkan mengkahwatirkan target pemerintah 20 juta kunjungan wisatawan akan terganggu.

"Dampak dari situasi politik Indonesia, sangat berpengaruh kepada sektor pariwisata. Karena ada yang membatalkan kedatangan, terutama ke Jakarta yang tengah terjadi letupan-letupan," ucapnya.

Walau demikian, diakuinya bahwa untuk kunjungan wisatawan ke daerah lain sejauh ini tidak mengalami masalah seperti ke Kota Bandung maupun Bali. Karena ada dari seluruh daerah di Indonesia, hanya Jakarta yang mengalami situasi panas akibat perkembangan politik.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah dan masyarakat untuk tidak bersikap berlebihan dalam menyikapi situasi yang tengah terjadi di Ibukota. Karena dikhawatirkan berpengaruh kepada kota-kota lainnya.

"Kami mengimbau masyarakat menahan diri dan tidak berlebihan dalan menyikapi situasi politik saat ini. Sehingga situasi tidak menjadi chaos, serta pariwisata kita tetap berjalan dengan baik," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR