Tokoh Agama dan Alim Ulama Bandung Raya Berharap Pengerahan Massa Tidak Ganggu Kesucian Ramadan

Bandung Raya

Selasa, 21 Mei 2019 | 20:21 WIB

190521202133-tokoh.jpg

SEJUMLAH tokoh agama dan alim ulama di Bandung Raya berharap adanya pengerahan massa di Jakarta, tidak mengganggu kesucian Bulan Ramadan. Sehingga mengimbau masyarakat untuk tidak turun ke jalan, usai perhelatan pemilu 2019.

Koordinator silaturahmi ulama NU Bandung Raya, Agus Syarif Hidayatullah mengimbau masyarakat lebih dewasa dalam berpolitik khususnya menyikapi hasil Pemilu Presiden 2019. Sehingga adanya ketidakpuasan akan hasil tersebut, dapat disampaikan secara konstitusional melalui mekanisme yang sudah diatur.

"Kami sependapat untuk lebih mengutamakan persatuan dan keutuhan bangsa dalam menyikapi kontestasi politik ini. Jangan sampai adanya perbedaan pandangan dan ketidakpuasan, malah mengorbankan persaudaraan sebangsa," ungkapnya pada diskusi tentang kebangsaan dan kenegaraan yang dilakukan di Kawasan Surapati, Kota Bandung, Selasa (21/5/2019).

Pihaknya menyayangkan dengan adanya aksi demonstrasi di Jakarta, yang bahkan mengarah pada makar. Terlebih dilakukan oleh sekelompok pendukung calon presiden-wakil presiden. Dimana langkah tersebut, dinilai tidak tepat karena tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada.

Menurutnya gerakan tersebut bermotif politik, sehingga tidak murni demi kepentingan bangsa dan negara.

"Berkaitan adanya pengerahan massa ini, kami berpendapat ini adalah mekanisme yang tidak natural. Dalam artian ini digerakan karena ada kebutuhan politis," ujarnya.

Agus meminta gerakan tersebut yang dilakukan di tengah-tengah Ramadhan sehingga bisa merusak esensi bulan suci tersebut. Bahkan hingga menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Jangan sampai di bulan Ramadhan yang suci ini, ada hal yang mengganggung ketertiban, kenyamanan, dalam beribadah. Kami juga berharap tidak ada hal yang mencederai saudara-saudara seiman di akhir-akhir bulan Ramadhan ini. Supaya lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT," tuturnya.

Lebih jauh, pihaknya mengimbau para pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menghentikan gerakan tersebut. Sehingga mengajak kubu nomor 02 tersebut agar menempuh jalur hukum dalam mengungkapkan kekecewaan dan ketidakpuasan atas hasil pemilu tersebut.

Mengingat jalur untuk menyampaikan keberatan atas hasil pemilu sudah tersedia dengan hadirnya Mahkamah Konstitusi (MK).

"Jika ada kekurangan, kecurangan, kita serahkan kepada mereka. Dalam hal ini sampai ke sengketa pengadilan, kita tunggu hasil MK," katanya.

Walau demikian, pihaknya menilai proses pemilu sudah usai dengan tuntasnya rekapitulasi manual oleh KPU. Terlebih penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu dianggap telah menjalankan tugasnya dengan baik, maka sudah sepatutnya seluruh masyarakat mempercayakan jalannya pemilu yang adil dan jujur.

"Kami mempercayakan penuh, kepada mereka untuk bisa bekeja dengan penuh tanggung jawab. Mulai dari awal sampai akhir proses mempercayai sepenuhnya kepada KPU dan Bawaslu," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR