Bantu Pasien Kanker Bermodalkan "Barbequa"

Bandung Raya

Senin, 20 Mei 2019 | 12:12 WIB

190520121255-bantu.jpg

Eriyanti Nurmaladewi/PR

SIAPA bilang baju bekas hanya menjadi sampah yang hanya teronggok di lemari. Barang bekas berkualitas (barbekua) ternyata dapat membawa berkah. Setidaknya itulah yang kini sedang gencar dilakukan Komunitas Mufeedah yang mengajak masyarakat untuk mendonasikan baju-baju dan barang bekas layak pakai untuk kemanusiaan.

Desi Tri Amarawati, Ketua Komunitas Mufeedah saat ditemui di bazar barbequa di Lembang, Minggu, 19 Mei 2019, mengatakan, barbequa ini berasal dari para donatur. Barang-barang ini lalu disortir dan yang bagus dijual kepada masyarakat dengan harga murah Rp 5.000,- s.d Rp 25.000,-. Hasil penjualannya digunakan untuk membantu keluarga pasien tidak mampu dan korban bencana.

"Dengan cara ini, para para donatur telah membantu dua sekaligus. Menyediakan baju-baju layak pakai bagi masyarakat yang kesulitan membeli baju dan membantu keluarga pasien tidak mampu. Kami mengucapkan terima kasih semoga menjadi amal sholeh dan memberikan berkah bagi semua," ujarnya.

Selain itu, lanjut Desi, dengan "barbequa" ini, komunitas juga ingin membantu mengingatkan masyarakat bahwa setiap barang baik baju atau apapun, kalau tidak digunakan akan menghisab. "Sangat banyak kan baju yang bergantungan di lemari. Kalau tidak dipakai akan menghisab pemiliknya. Tapi kalau disumbangkan, akan memberi pahala dan berkah," imbuhnya.

Dari "barbequa" ini, komunitas Mufeedah telah membantu keluarga pasien kanker di Sukabumi, membantu menyediakan makan sahur untuk Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung dan Rumah Singgah Cinta Anak Kanker Bandung, serta menebar paket makan sahur untuk para tunawisma yang tinggal di jalanan kota Bandung lewat kegiatan Sahur On The Road (SOTR).

Pemanggungjawab Rumah Singgah YKAKI Wiwiet mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Komunitas Mufeedah yang telah membantu menyediakan makan sahur keluarga pasien anak kanker sekaligus memberi paket buah untuk anak-anak pasien kanker. "Anak-anak pasien kanker itu tidak boleh sembarangan makan. Bahaya kalau ada MSG nya, kalau buah justru itu yang mereka butuhkan," ujar Wiwiet saat menerima bantuan.

Desi menambahkan, e depan, Komunitas Mufeedah berharap akan semakin banyak masyarakat yang terpanggil dengan kegiatan barbequa ini karena masih banyak keluarga pasien kanker yang memerlukan bantuan. (Eriyanti ND/PR)

Ketua Komunitas Mufeedah Desiana Tri Amarati (tengah) bersama Komunitas Mufeeda saat kunjungan ke Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAI) Bandung dan diterima oleh Penanggungjawab Rumah Singgah YKAKI Bandung, Wiwied (kiri).


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR