Wow, Ada Bangunan Kuil di Atas Gunung Batu Desa Situwangi, KBB

Bandung Raya

Minggu, 19 Mei 2019 | 18:27 WIB

190519182943-wow-a.JPG

Dicky Mawardi

ADA pemandangan menarik saat menelusuri jalan menuju Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat dari arah Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas. Mata tertuju pada sebuah "bangunan" yang menyerupai pagoda atau kuil yang berdiri tegak di atas sebuah gunung.

Benarkah itu kuil ? Dari kejauhan memang persis kuil tempat peribadatan umat Hindu. Bangunanya berundak-undak tersusun rapi. Di mana bagian bawahnya lebih lebar dibandingkan bagian atas. Di setiap undakan tampak seperti lubang angin.

Beberapa bagian "bangunan" yang menyerupai kuil itu sebagian sudah diselimuti lumut. Begitupun dengan sekelilingnya sudah ditumbuhi pepohonan liar.

Lokasi "kuil" di atas gunung itu masuk Kampung Patrol RT 5/RW 5, Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Meski berada di atas gunung, struktur "bangunan" tersebut tampak kokoh.

Menurut keterangan Kepala Dusun 2, Desa Situwangi, Ade Makmun (53) "bangunan" yang menyerupai kuil itu hanyalah batu karang yang terbentuk oleh alam menyerupai tempat peribadatan umat Hindu.

Warga setempat menyebutnya lokasi dimana berdiri batu menyerupai kuil itu Gunung Buleud, namun warga luar menyebutnya Gunung Arca.

"Kami tidak mengetahui kenapa batu karang itu bisa berbetuk kuil. Apakah terbentuk hasil pahatan nenek moyang warga Situwangi atau memang murni terbentuk dari alam," kata Ade kepada galamedianews.com di Situwangi, Minggu (19/5/2019).

Ia memperkirakan tinggi batu berbentuk kuil itu mencapai 60 meter. Sehingga dari jarak beberapa kilometer masih terlihat jelas.

Ade mengisahkan, batu itu pernah dikunjungi mahasiswa dari Universitas Gunadarma Jakarta. Bahkan beberapa tahun lalu, ada peneliti yang sengaja datang ke lokasi tersebut dengan menggunakan pesawat helikopter.

"Warga sini sempat heboh juga, karena ada helikopter mendarat di atas Gunung Buleud. Tentunya kita ingin tahu juga sih tentang batu itu secara ilmiah," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR