Bupati dan Wabup Kab Bandung Barat Tidak Akur?

Bandung Raya

Kamis, 16 Mei 2019 | 16:16 WIB

190516161729-bupat.jpg

GAYA kepemimpinan Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan menuai kritikan.  Pernyataannya yang muncul di media sosial kerap mengkritik kebijakan pemerintah dan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menjadi bola panas yang.memicu terjadinya disharmoniasi di pemerintahan.

"Bupati dan wakil bupati itu satu paket. Harusnya wakil turut mengamankan dan mensukseskan program pemerintah. Namun yang terjadi sekarang, wakil bupati kerap memposting sesuatu yang seakan.mengkritik pemerintahan sendiri," kata Ketua DPD  KNPI Kabupaten Bandung Barat Lili Supriatna di Padalarang,  Kamis (16/5/2019).

Menurutnya, gaya kepemimpinan wakil bupati seperti itu memunculkan anggapan dari masyarakat bahwa bupati dan wakilnya tidak akur. Alangkah lebih baik jika ada hal yang tidak sejalan dibicarakan dengan bupati dan jajarannya tanpa harus dilempar ke publik.

"Lebih indah duduk bersama, sampaikan saja jika ada yang tidak sejalan atau tak sesuai dengan pendapatanya. Jangan malah melempar di media sosial. Saya.berharap ini segera diakhiri,  baik bupati dan wakil bupati memahami tugas pokok dan fungsinya," saran Lili.

Beberapa bola panas yang dilontarkan Hengki Kurniawan antara lain  kritikannya terkait mutasi dan rotasi jabatan, bahwa dia merasa tidak dilibatkan. Sebelumnya pernah juga mencuat permasalahan KONI, dan beberapa lainnya.

"Semestinya pernyataan ke publik terkait dengan hal-hal tersebut sama. Bukan malah satu.pihak seolah menyerang yang baik. Enggak baik kondisi seperti ini terjadi  dalam sebuah pemerintahan,"  tuturnya.

Dirinya menduga ada komunikasi yang salah atau ada saluran yang tersumbat di antara bupati dan wakil bupati. Di sinilah semestinya peran dari tim koalisi partai pendukung bisa menjembatani atau mencairkan suasana sehingga disharmonisasi berubah jadi harmonis.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR