Pemkab Bandung Barat Cetak 1.620 Entrepreneur

Bandung Raya

Rabu, 15 Mei 2019 | 19:40 WIB

190515194103-pemka.jpg

Dicky Mawardi

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menandatangani nota kesepahaman bersama dan perjanjian kerja sama terkait SDC Kabupaten Bandung Barat di Ruang Rapat Buipati, Ngamprah, Rabu (15/5/2019).

KABUPATEN Bandung Barat akan mencetak 1.620 wirausaha baru (entrepreneur) melalui program pelatihan kewirausahaan terintegrasi. Melalui program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran yang masih tinggi.

Pencetakan wirausaha baru merupakan bagian dari program Skill Development Center (SDC). Ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman bersama dan perjanjian kerja sama terkait SDC Kabupaten Bandung Barat serta pembukaan  pelatihan kewiraushaan terintegrasi antara Balai Besar Peningkatan Produktivitas Bekasi dan Balai Latihan Kerja Lembang.
 
"Untuk menjadi seorang wirusaha itu tidak cukup hanya butuh modal, tapi juga skill dan pasar yang siap menampung produknya. Sasaran dari program pelatihan terintegrasi ini adalah pencari kerja yang memiliki minat, bakat dan mental untuk menjadi seorang wirausahawan," kata Kepala Balai Besar Pelatihan Produktivitas (BBPP) Bekasi, Direktorat Bina Lattas Kemenaker RI, Chairul Fadhly Harahap seusai acara di ruang rapat Bupati Aa Umbara Sutisna, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (15/5/2019).

Dikatakannya, pelatihan yang diberikan kepada 1.620 calon wirausahawan baru di Bandung Barat antara lain pada budidaya jamur, perikanan, sampai ternak bebek. Materi pelatihan disesuaikan dengan potensi yang ada di Bandung Barat.

"Kabupaten Bandung Barat menjadi pilot projek dari program ini. Bila berhasil maka formulanya akan kita coba terapkan di daerah lain," kata Chairul.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna meyakini pelatihan wirausaha mampu mendongkrak produktifitas masyarakat sehingga akan mampu menekan angka pengangguran. Namun dibutuhkan komitmen banyak pihak untuk menindaklanjuti hasil pelatihan agar masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaatnya.

"Lahirnya wirausaha baru bisa mengatasi angka pengangguran di Kabupaten Bandung Barat yang relatif masih tinggi. Harapannya, setelah lahir wirausaha baru bisa merekrut atau mempekerjakan orang lain yang memang membutuhkan pekerjaan," kata Umbara.

Berkesinambungan

Ia juga mengingatkan pentingnya pembinaan yang berkesinambungan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam mencetak wirausaha baru.

"Untuk menjalankan usaha akan banyak tantangan antara lain adalah banyaknya persaingan dengan usaha yang sejenis, untuk itu saya mengingatkan agar selalu mengutamakan efisiensi, efektivitas dan kualitas dalam menjalankan usaha," tuturnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat Iing Solihin menambahkan, menambahkan tingkat pengangguran terbuka lulusan SD dan SMP di  Bandung Barat sekitar 7 persen. Peserta pelatihan termasuk lulusan SD dan SMP.

"Bagi lulusan SD dan SMP lebih diarahkan pada pelatihan wirausaha di bidang pertanian,  peternakan,  perikanan dsb. Diharapkan tercipta wirausaha baru yang bisa membuka lapangan kerja baru," paparnya.

Menurutnya,  SDC diharapkan dapat menjadi ujung tombak bagi upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi angkatan kerja melalui pendekatan bottom up, dan untuk itu SDC dirancang dapat melaksanakan lima fungsi yaitu pelatihan, pemagangan, uji kompetensi, sertifikasi, dan penempatan angkatan kerja.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR