Musim Mudik, Tahun Ini Volume Kendaraan yang Melintas Kab. Bandung Barat Diprediksi Naik

Bandung Raya

Rabu, 15 Mei 2019 | 18:40 WIB

190515184133-musim.jpg

net

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat memprediksi akan terjadi peningkatan volume kendaraan pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Bandung Barat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemicu kenaikan ada hubungannya dengan kebijakan pemerintah pusat yang memperlakukan sistem arus searah alias one way di ruas tol Trans Jawa pada masa arus mudik 2019.

Sistem one way pada arus mudik akan diberlakukan mulai dari Gerbang Tol Cikarang Utama sampai dengan kilometer 262 atau Brebes Barat. Dampak dari pemberlakukan one way, berpengaruh terhadap kendaraan dari arah timur (Tasikmalaya, Garut, dan sekitarnya,red) menuju Jakarta.

"Dengan diberlakukannya one way di tol, otomatis pada H-7 sampai Lebaran jalan tol hanya bisa dilalui kendaraan dari arah Jakarta menuju timur.  Sementara kendaraan menuju Jakarta dialihkan melalui jalan alteri, seperti Jalan Raya Padalarang.  Ini tentunya menambah volume kendaraan di sana," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat Ade Komarudin didampingi Kabid Lalulintas Vega Priambodo di Ngamprah,  Rabu (15/5/2019).

Namun ia tidak bisa memperkirakan berapa persen kenaikan  volume kendaraan jika diberlakukan one way di jalan tol. Pada mudik tahun lalu tercatat sebanyak 1.698.578 kendaraan melintas di Jalan Raya Padalarang.

"Sebenarnya belum tentu tiap tahun  terjadi kenaikan volume kendaraan pemudik. Seperti tahun 2018 turun tujuh persen dibandingkan 2017. Jadi enggak tiap tahun naik, terkadang turun. Hanya memang untuk musim mudik tahun ini, besar kemungkinan akan mengalami kenaikan"  ungkapnya.

Pengaturan

Untuk memperlancar arus mudik, lanjut Ade, Dishub Kabupaten Bandung Barat mengerahkan 100 personel juga akan membangun dua posko di Padalarang dan Lembang. Ditambah dengan kelengkapan sarana water barrier, traffic corn sampai rambu portabel.

"Bilamana terjadi kemacetan bisa digunakan water barrier dan trafficorn untuk kanalisasi arus kendaraan  dan rekayasa jalan. Dua kebijakan pengaturan lalu lintas tersebut, berada di bawah kewenangan kepolisian tapi kami memberikan dukungan" tuturnya.

Dishub Banding Barat juga akan memaksimalkan closed circuit television (CCTV) yang terpasang di 12 titik untuk pemantauan arus kendaraan. Antara lain terpasang di Jalan Raya Padalarang dan Jalan Raya Lembang. Pantauan lalu lintas bisa terlihat dari monitor yang terpasang di Posko Dishub Kabupaten Bandung Barat, Jalan Raya Padalarang.

Ditegaskannya, pemasangan CCTV ini merupakan bagian dari kesiapan Dishub Kabupaten Bandung Barat dalam mengantisipasi arus mudik lebaran mendatang.

"Keberadaaan CCTV ini sangat membantu dalam mengambil langkah cepat mengatur lalu lintas, sebab apa yang tergambar di layar monitor merupakan  pantauan lalu lintas secara real time selama 24 jam, " ujarnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA