Aa Umbara: Jangan Gunakan Mobil Dinas Untuk Lebaran

Bandung Raya

Senin, 13 Mei 2019 | 16:46 WIB

190513165246-aa-um.jpg

net

Ilustrasi.

BUPATI Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menegaskan mobil dinas dilarang  digunakan untuk keperluan mudik Lebaran. Jika ada.yang.melanggar terancam dikenai sanksi.

"Mudik itukan buat keperluan  pribadi, bukan kepentingan dinas. Saya melarangnya jika dipakai mudik keluar kota, kalau masih sekitar Bandung buat sekedar  silaturahmi Lebaran sih enggak apa-apa," kata Aa Umbara di Ngamprah,  Senin (13/5/2019).

Ia beralasan pelarangan itu bukan semata mudik itu keperluan pribadi, juga dikhawatirkan selama dalam iperjalanan terjadi kejadian tidak diinginkan. "Kalau buat mudik lebih baik gunakan saja kendaraan pribadi. Biar lebih nyaman juga," sarannya.

Orang nomor satu di Bandung Barat ini mengingatkan bagi pejabat yang memegang kendaraan dinas dan diketahui digunakan mudik keluar kota dapat dikenai sanksi. Mengenai bentuk sanksinya,  sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

"Sanksi itu kan ada tingkatannya, dari ringan,  sedang sampai berat," tandasnya.

Ia pun mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah mengeluarkan peringatan kepada pimpinan instansi agar melakukan pelarangan terhadap pemakaian mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Larangan tersebut terutama untuk mudik Lebaran.

KPK menyatakan harus dipisahkan secara tegas antara aset  negara atau aset  daerah yang seharusnya digunakan untuk pelaksanaan tugas. Aset tersebut bukan untuk kepentingan pribadi para pejabat ataupun pegawai negeri.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah  (BPKAD) Kabupaten Bandung Barat, jumlah  kendaraan dinas baik sepeda motor maupun mobil sebanyak 1.519 unit. Terdiri dari  kendaraan limpahan dari Kabupaten Bandung pada tahun. 2008 sebanyak 298 unit sepeda motor dan 35 unit mobil.

Sementara kendaraan yang dibeli dengan menggunakan  APBD Kabupaten Bandung Barat untuk sepeda motor jumlahnya 808 unit dan mobil 378 unit.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA