Operasi Pasar Murah di KBB Dipusatkan di Dua Kecamatan

Bandung Raya

Kamis, 9 Mei 2019 | 17:04 WIB

190509170505-opera.png

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat akan mempusatkan operasi pasar murah (OPM) pada bulan Ramadan tahun ini, di Kantor Kecamatan Cipeundeuy dan Cikalongwetang. Dijadwalkan, OPM di dua lokasi tersebut digelar pada 23 dan 24 Mei 2019 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman mengatakan, pada tahun ini pihaknya mendapatkan bantuan sebanyak 10 ribu paket dari Disperindag Jabar, untuk kegiatan OPM tersebut.

"Nanti akan digelar selama dua hari di dua Kecamatan. Termasuk kami juga sudah berkoordinasi dengan setiap desa, untuk jumlah penerima dalam kegiatan operasi pasar tersebut," ujar Maman saat ditemui di kantornya, Ngamprah, Kamis (9/5/2019).

Maman menyebutkan, paket yang akan dijual terdiri dari beras 5 kilogram, gula 3 kilogram dan minyak goreng 3 kilogram dengan harga Rp 60 ribu per paket. Untuk harga normalnya satu paket ini mencapai Rp 130 ribu. Namun, karena mendapat subsidi dari Pemerintah Provinsi menjadi Rp 60 ribu.

"Untuk jatah di dua Kecamatan tersebut, di Cikalongwetan mendapat 5.200 paket dan Cipendeuy 4.800 paket. Kami harapkan operasi pasar ini bisa mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan" harapnya.

Alasan memilih dua lokasi ini, kata Maman, atas dasar keadilan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan sembako murah. Pada 2018 lalu, operasi pasar murah digelar di Kecamatan Cililin, Gununghalu, Sindangkerta hingga Kecamatan Rongga.

"Tahun sekarang ganti lokasi, sehingga masyarakat juga bisa mendapatkan paket murah ini secara bergantian. Untuk data penerima, kami berpatokan pada data miskin yang ada di Dinas Sosial," ungkapnya.

Pemkab Bandung Barat, lanjut dia, ke depannya akan berusaha mengalokasikan anggaran agar bisa menggelar kegiatan yang sama. Sehingga, kuota paket akan lebih banyak diterima oleh masyarakat di berbagai daerah.

"Untuk tahun depan akan kami usulkan lagi agar operasi pasar murah tidak hanya dari bantuan Provinsi, tapi juga ada alokasi dari APBD Kabupaten. Tahun sebelumnya pernah diusulkan tapi belum terealisasi," terangnya.

Selain operasi pasar murah, pihaknya juga mengantisipasi terjadinya kelangkaan barang dan kenaikan harga tinggi, seperti kasus bawang putih. Pemprov Jabar beserta Bulog, kata Maman, sudah siap untuk mendistribusikan bawang putih ketika terjadi kelangkaan dan harga melambung tinggi.

"Tim Satgas Pangan terdiri dari kepolisian dan pemerintah daerah akan terus memantau ke lapangan, agar harga tetap stabil dan barang tetap aman dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR