Ahmad Saefulloh Dilantik Jadi Pj Sekda Kota Cimahi

Bandung Raya

Senin, 22 April 2019 | 17:20 WIB

190422172116-ahmad.jpg

Laksmi Sri Sundari

KEPALA Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh dilantik menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, menggantikan Pj Sekda sebelumnya yakni Tata Wikanta.

Ahmad dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna di Aula Gedung A Kompelsk Pemerintah Kota Cimahi, Jln. Demang Hardjakusumah, Senin (22/4/2019).

Ahmad merupakan PJ Sekda keempat yang ditunjuk Wali Kota Cimahi, karena hingga kini belum ada Sekda definitif. Pejabat sebelumnya yang ditunjuk sebagai Pj Sekda adalah M. Suryadi, yang mengisi kekosongan jabatan Sekda Kota Cimahi M. Yani yang memasuki masa pensiun.

Baru satu bulan menjabat Pj Sekda, Kepala Dinas Kependudukan dan Penncatatan Sipil (Disdukcapil) ini mundur dari jabatanya karena alasan kesehatan.  Kemudian Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Maria Fitriana ditunjuk sebagai Pj Sekda menggantikan M. Suryadi. Maria menjalankan tugasnya sebagai Pj Sekda selama tiga bulan.

Setelah itu PJ sekda digantikan oleh Tata Wikanta yang saat ini menjabat Asisten Administrasi Umum. Masa jabatan Tata sudah berlangsung tiga bulan, dan kini digantikan Ahmad Saefulloh. Saat ini jabatan Sekda sedang dalam proses open bidding untuk menentukan siapa yang akan menjadi Sekda definitif.

Dalam sambutannya Ajay mengatakan, prosesi pelantikan dan pengangkatan sumpah jajaran pejabat di setiap instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan, dan kebutuhan organisasi dalam rangka peningkatan kapasitas karier pegawai.

"Pelantikan pejabat ini dimaksudkan untuk lebih memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Pelantikan ini hendaklah dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu," bebernya.

Menurut Ajay, pertimbangan utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai adalah kompetensi, pengabdian, dan komitmen terhadap tugas serta tanggung jawab kepada negara. Oleh karenanya, setiap pejabat eselon hendaknya mempunyai kemauan yang kuat untuk memiliki wawasan yang luas, dan siap membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan.

Dengan demikian, sambung Ajay diharapkan para pejabat dapat menjadi roda penggerak organisasi, kebijakan mutasi, baik itu berupa rotasi, promosi maupun pengisian jabatan pada hari ini dilaksanakan setelah melalui penilaian dan seleksi secara ketat dan arif, dengan memperhatikan kompetensi dan prestasi unjuk kerja selama ini.

"Khusus untuk pejabat sekretaris daerah sendiri tentunya masih belum definitif, dan untuk beberapa jabatan eselon II yang masih kosong, tentu harus melalui seleksi terbuka (open bidding) sesuai dengan amanat dari Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN), atau melalui proses rotasi jabatan, yang Insya Allah akan segera dilaksanakan oleh Pemkot Cimahi," terangnya.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR