AMS: Warga Jabar Harus Tetap Jaga Persatuan Usai Pemilu

Bandung Raya

Kamis, 18 April 2019 | 13:08 WIB

190418130946-ams-w.jpg

Rio Ryzki Batee

USAI hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Rabu (17/4/2019) muncul muncul pernyataan provokatif atau klaim kemenangan dari berbagai pihak. Hal itu dapat menimbulkan konflik sosial yang mengancam persatuan dan kesatuan.

Oleh karenanya, Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Noeri Ispandji Firman meminta kepada elit politik, tokoh masyarakat dan kelompok pendukung untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan provokatif.

"Kita melihat bagaimana di media sosial dan media massa yang semakin tegang. Penting ada yang mengingatkan khususnya masyarakat Jawa Barat untuk tetap menjaga kondisi tetap kondusif," ungkapnya kepada wartawan di Sekretariat AMS, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, siapapun yang menang dalam pesta demokrasi tersebut, harus tetap menjaga rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Sehingga tidak terpengaruh oleh berbagai isu -isu yang bersifat provokasi atau simpang siur.

"Jadi kepada masing-masing daerah untuk tetap jaga lembur dan jalin silaturahmi. Karena saya yakin akan karakter masyarakat Jawa Barat yang dewasa dan tidak suka konflik," terangnya.

Ia juga mengimbau kepada anggotanya untuk tidak menjadi bagian dari provokasi, yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Kami akan tindak tegas jika ada anggota AMS yang ikut terprovokasi atau membuat kericuhan di masyarakat. Sehingga diharapkan terus berkolaborasi dengan TNI dan Kepolisian dalam menjaga keamanan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Tokoh Jawa Barat, Tjetje Hidayat Padmadinata merasa yakin akan masyarakat di tatar sunda yang bersikap dewasa. Sehingga sampai saat ini, belum ada konflik yang mengganggu masyarakat.

"Kita patut berbangga dengan kondisi Jawa Barat yang jauh dari konflik dan memiliki sikap dewasa. Berbeda dengan di ibu kota yang malah silih carekan (saling memarahi)," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR