BPJS Kesehatan Cimahi Kucurkan Rp41 Miliar Untuk Bayar Tagihan

Bandung Raya

Rabu, 17 April 2019 | 13:32 WIB

190417133303-bpjs-.jpg

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Cimahi menggelontorkan dana sebesar Rp41.952.257.717 untuk membayar tagihan klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sepanjang April 2019.

Di wilayah kerja Kantor Cabang Cimahi yang meliputi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini, terdapat 145 FKTP yang telah dibayarkan dana kapitasinya, serta 28 FKTP, 13 Rumah Sakit, dan 4 Optik yang telah dibayarkan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan.

"Ke depannya, insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini, dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini," ungkap Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Sarah Rosalina, Rabu (16/4/2019).

Menurutnya, sampai saat ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme "first in first out".

"Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami," katanya.

Sarah menjelaskan, rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap,  transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu.

"Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud, karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," katanya.

menurutnya, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini. Kami juga terus memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerja kami telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Sarah.

Sarah mengatakan, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi.

Ia juga berharap pihak RS dapat makim optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman," ucap Sarah.

Sarah juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Ia mengatakan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama.

"Jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik," ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR