Bus Terjebak Macet Akibat Banjir di Rancaekek

Penumpang Bus di Terminal Cicaheum Banyak yang Tidak Terangkut

Bandung Raya

Selasa, 16 April 2019 | 19:41 WIB

190416194204-penum.JPG

Pikiran Rakyat

Ilustrasi bus terjebak banjir di Rancaekek.

KEPALA Terminal Cicaheum, Roni Hermanto mengimbau penumpang yang masih belum terangkut di Terminal Cicaheum untuk bersabar. Pasalnya bus yang hendak membawa para penumpang, terjebak banjir dan macet di Kawasan Kahatex, Rancaekek.

"Kami harap penumpang bersabar, karena bus yang mengangkut terjebak banjir dan macet di kahatex. Yang menumpuk itu ke arah Tasikmalaya," ungkapnya saat dihubungi via telepon seluler, Kota Bandung, Selasa (16/4).

Sebelumnya sempat terjadi penumpukan ke arah kuningan dan pangandaran, namun tidak terlalu lama dan bisa segera diberangkatkan.

Menurutnya, menjelang masa pencoblosan animo masyarakat cukup tinggi, terlihat dari banyaknya masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pemilu. Sehingga memilih untuk pulang ke daerah asalnya, untuk menyalurkan hak pilihnya.

"Banyak warga yang ingin memilih di tempat atau daerah asalnya, sehingga memilih untuk pulang," ucapnya.

Dikatakannya lonjakan penumpang yang terjadi pada H-1 pencoblosan, mencapai 50 sampai 70 persen. Karena selain pencoblosan, juga karena dampak dari pengaruh libur panjang.

Terminal Cicaheum sendiri, menyediakan bus untuk tujuan daerah di timur Bandung dan beberapa daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

"Jadi tinggal tasikmalaya yang masih menunggu di terminal, keterlambatan bus diperkirakan sekitar 3 jam. Tapi untuk jurusan yang lain aman dan semua sudah berangkat," terangnya.

Roni menuturkan, pihaknya menyediakan 190 armada bus reguler, baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sementara bus bantuan atau tambahan tidak ada persiapan.

"Jadi akan kita angkut secara bertahap dengan bus reguler yang sudah kita sediakan, menuju tasikmalaya. Karena dengan banjir ini membuat keterlambatan bus cukup lama," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR