Ini Penyebab Banjir di Rancaekek

Bandung Raya

Selasa, 16 April 2019 | 19:35 WIB

190416193604-ini-p.jpg

prfmnews

Ilustrasi.

ANGGOTA DPRD Kab. Bandung, H. Cecep Suhendar menyatakan, ada sejumlah kajian yang diperkirakan terjadinya banjir di wilayah Rancaekek dan sekitarnya.

"Dari hasil kajian itu, pertama penanganan normalisasi Sungai Cikeruh, Sungai Cimande dan Sungai Cikijing yang belum tuntas," kata Cecep kepada galamedianews.com di Rancaekek, Selasa (16/4/2019).

Kajian kedua, lanjut Cecep, penyalahgunaan fungsi lahan serta tata ruang, khususnya di dataran tinggi masih terjadi. Ketiga, drainase kurang berfungsi dengan baik, karena banyak bangunan di atas drainase. "Semestinya, di atas drainase tidak boleh ada bangunan," kata Cecep.

Keempat, kata Cecep, terjadinya erosi akibat kurangnya tanaman pohon keras di wilayah gunung yang banyak ditanami palawija dan tanaman yang tidak menyerap air.                          
"Kelima, pengelolaan sampah dari pabrik-pabrik dan masyarakat yang masih kurang diperhatikan dengan  membuang sampah ke aliran-aliran sungai secara sembarangan. Keenam faktor alam," ungkapnya.

Cecep menyatakan, untuk penanganan banjir itu harus bersama-sama antara pemerintah, masyarakat dan swasta. "Terutama instansi terkait yang punya kewenangan, seperti Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perkimtan, Dinas Kehutanan, pemerintahan desa, kecamatan, ormas, pers semua harus terlibat dengan tidak saling menyalahkan," ungkap Cecep.

Ia mengajak kepada masyarakat harus berbuat dimulai dari diri sendiri dan insyaallah akan tertangani persoalan banjir tersebut. "Mudah-mudahan danau buatan untuk penampungan air di Rancaekek terealisasi secepatnya," harapnya.

Ia menuturkan, Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek merupakan areal paling rendah di Kecanatan Rancaekek. "Air yang berasal dari Sungai Citarik, Sungai Cikeruh, Sungai Cimande dan Sungai Cikijing bermuara di Kampung Sapan dan Kampung Cibulukadu Desa Sukamanah," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR