Catat, Ini Jadwal Pendaftaran PPDB 2019 Kota Bandung

Bandung Raya

Selasa, 16 April 2019 | 17:46 WIB

190416174849-catat.jpg

dok/net

DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menetapkan tanggal 23-28 Mei, sebagai jadwal pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 untuk jenjang TK, SD, dan SMP. Hasil penerimaan akan diumumkan pada 31 Mei 2019.

Berdasarkan surat Peraturan Walikota Bandung Nomor 13 Tahun 2019, yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nomor 51 Tahun 2018, pelaksanaan PPDB dilaksanakan secara sistem online. Selain itu ditetapkan tiga jalur penerimaan, yaitu sistem zonasi 90 persen, jalur prestasi 5 persen dan perpindahan tugas orang tua paling banyak 5 persen.

Perwakilan Tim Perumus PPDB Kota Bandung, Edi Suparjoto mengatakan, kuota penerimaan jalur zonasi 90 persen dibagi dalam tiga klasifikasi, yakni 50 persen bagi domisili setempat termasuk kuota untuk ABK paling banyak tiga orang.

"Selain itu, untuk kuota 20 persen bagi siswa rawan melanjutkan pendidikan (RMP), dan 20 persen lainnya diperuntukan calon peserta didik domisili kombinasi," ungkapnya di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya untuk syarat pendaftaran klasifikasi jalur zonasi memprioritaskan pada jarak terdekat antara rumah dengan sekolah. Domisili tersebut, dibuktikan dengan alamat yang tercantum di Kartu Keluarga dan penentuan titik koordinat secara online, oleh panitia pelaksana PPDB.

Sementara itu, untuk syarat jalur RMP maka calon peserta didik terdaftar dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat atau daerah, selain itu Kartu Kelurga yang terdekat dengan sekolah.

Selain itu, bisa dibuktikan dengan menyerahkan fotokopi atau menunjukan salah satu kepemilikan dokumen kartu pengendalian sosial, seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Program Keluarga Harapan (KPKH), Kartu Penerima ataupun Bantuan Non Tunai (BPNP).

Dikatakannya untuk syarat kuota jalur zonasi domisili kombinasi, dengan menggabungkan antara jarak dengan nilai siswa. Dimana Penempatannya berdasarkan total penjumlahan dari 60 persen skor jarak ditambah 40 persen nilai USBN.

"Peserta jalur ini menggunakan bukti KK dan Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN). Kalau berdasarkan pemeringkatan pada batas akhir daya tampung menunjukan total nilai sama, maka akan ditentukan berdasarkan peserta didik yang mendaftar lebih awal," tuturnya.

Edi menjelaskan perbedaan lainnya dalam teknis dalam PPBD 2019 ini, adalah kouta jalur prestasi yang ditentukan berdasarkan hasil nilai akademik dan ataupun jalur perlombaan. Prestasi nilai ini dibuktikan dengan menyerahkan sertifikat hasil USBN.

"Untuk prestasi perlombaan, calon siswa bisa menyerahkan salinan sertifikat atau surat keterangan kejuaraan di tingkat kota, provinsi, nasional atau internasional. Kemudian dilegalisasi oleh pihak sekolah asal yang bersangkutan," katanya.

Ia menerangkan bahwa jalur prestasi akademik dapat dilakukan diseluruh sekolah, maka dari 90 persen zonasi ada formulasi domisili jarak. Sehingga kalau digabungkan ada 22,5 persen yang mengakomodir jalur PPBD yang menggunakan nilai USBN/akademik.

"Ini menjawab permasalahan di PPDB tahun lalu," ujarnya.

Selain itu, bagi calon peserta didik yang ingin mendaftar ke sekolah di luar zona tempat tinggalnya bisa menggunakan jalur prestasi berdasar pada hasil ujian. Namun hanya bisa mendaftar ke satu sekolah saja.

Pihaknya akan terus melakukan Sosialisasi PPDB ini secara masif, baik di media cetak, elektronik, maupun brosur, poster, dan pamflet yang dibagikan ke seluruh aparat kewilayahan, termasuk juga Forkopimda.

"Kami berharap masyarakat dapat memahami tentang jalur dan jadwal pendaftaran pelaksanaan PPDB ini," tambahnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR