Pascabanjir, Sampah Harus Segera Dibersihkan

Bandung Raya

Senin, 15 April 2019 | 15:52 WIB

190415155603-pasca.jpg

detikNews

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung sikapi persoalan sampah pascabanjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung. Di antaranya penanganan sampah di lokasi banjir Kecamatan Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot dan kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung.

"Sampah pascabanjir harus segera dibersihkan, yaitu melalui operasi bersih," kata Kepala DLH Kabupaten Bandung Asep Kusumah kepada wartawan usai peresmian fasilitas pengelolaan sampah di daerah aliran Sungai Citarum di Kampung Jelekong Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Senin (15/4/2019).
Asep mengatakan, untuk penanganan sampah pascabanjir itu, pihaknya akan mengerahkan sejumlah armada truk ke lokasi rawan banjir. "Jika tak bisa ditembus truk, akan menggunakan perahu (masih ada genangan air) atau fasilitas lainnya. Bisa juga dengan cara manual dalam penanganan sampah tersebut," katanya. 
Dikatakannya, dalam penanganan sampah, juga melibatkan Badega Lingkungan Kabupaten Bandung. Ia pun mengimbau kepada masyarakat, jangan jadikan sampah sumber masalah bagi lingkungan. "Tapi sampah bisa menjadi berkah dan sumber ibadah. Walaupun saat ini, kita turut berduka karena banjir terjadi di mana-mana," katanya. 
Untuk menjadikan sampah menjadi berkah itu, Asep mengatakan, di Kabupaten Bandung ada fasilitas pusat daur ulang sampah dan bank sampah induk Kabupaten Bandung yang dibangun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Kampung Jelekong Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. 
"Pusat daur ulang sampah itu dengan kapasitas 10 ton, yang difokuskan untuk pengelolaan sampah yang dihasilkan 25.000 kepala keluarga. Sedangkan di Kelurahan Jelekong ini  mencapai 17.000 kepala keluarga," katanya. 
Ia berharap dengan adanya kapasitas pengelolaan sampah yang cukup signifikan itu, bisa mengurangi sampah yang dihasilkan rumah tangga. Di lokasi pusat daur ulang sampah  tersebut, katanya, ada tempat pemilahan, pencacahan, pemrosesan dan pengomposan sampah. 
"Dengan adanya pusat daur ulang sampah ini bisa mengurangi buang sampah ke tempat pembuangan akhir sampah," jelasnya.
Asep mengatakan, pusat daur ulang sampah itu, selain melibatkan DLH juga kelompok masyarakat yang sebelumnya melewati bimbingan teknis. 
"Pusat daur ulang sampah yang baru diresmikan ini, dalam sehari bisa mengelola 1 ton sampah. Meski kapasitas mencapai 10 ton per hari," katanya.
Ia mengatakan, pusat daur ulang sampah itu bisa menjadi industri, karena ada lukisan yang bahan bakunya dari daur ulang sampah. "Ini tantangan kedepan. Semua sampah bisa masuk ke sini. Jika masih ada residu, residunya masuk ke tempat pembuangan sampah," jelasnya. 
Sementara itu, Komandan Badega Kabupaten Bandung Rana Pranajaya mengatakan, Badega yang berada di bawah pembinaan DLH Kabupaten Bandung berusaha untuk melaksanakan berbagai fungsi lingkungan. 
"Mulai dari melaksanakan fungsi monitoring terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah industri. Termasuk melakukan monitoring persoalan sampah dan pengelolaan sampah," kata Rana. 
Rana mengatakan, dari hasil monitoring persoalan limbah itu, kemudian melaporkannya ke DLH dan melakukan pengawalan hingga ada sebuah keputusan untuk melakukan tindakan. "Kita juga turut melakukan sidak terkait pencemaran dan kerusakan lingkungan," kata Rana. 
Ia mengatakan, untuk melakukan monitoring berbagai persoalan lingkungan itu, dengan kekuatan 30 personel Badega. Sebenarnya, dengan jumlah 30 orang itu masih kurang untuk melakukan monitoring persoalan kerusakan dan pencemaran limgkungan di Kabupaten Bandung. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR