Gubernur Berharap Provinsi Jabar jadi Provinsi Ramah Lingkungan

Bandung Raya

Senin, 15 April 2019 | 13:42 WIB

190415133233-guber.jpg

dok

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil mengharapkan dengan adanya fasilitas pengelolaan sampah di enam kabupaten dan kota di Jawa Barat, dengan 27 wilayah dan jumlah penduduk 50 juta jiwa di Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi ramah lingkungan. Karena itu, ia mengaku sangat bahagia dan menyambut baik adanya enam daerah di Jabar, yakni Kabupaten Bandung, Subang, Karawang dan Bekasi, Kota Bandung dan Kota Cimahi mendapat bantuan fasilitas pengelolaan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI .
"Kami berharap Jabar menjadi model dan selalu komitmen dalam segala urusan. Kami berharap, Provinsi Jabar menjadi provinsi ramah lingkungan," harap Emil sapaan akrabnya saat menghadiri peresmian fasilitas pengelolaan sampah di Daerah Aliran Sungai Citarum di Kampung Jelekong Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Senin (15/4/2019). 
Emil juga menyatakan di beberapa wilayah di Jabar sudah melaksanakan pengelolaan sampah, di antaranya di Kota Depok, Bogor, Tangerang dengan menggunakan teknologi di bidang lingkungan. Mereka telah melaksanakan pengelolaan sampah perkotaan menjadi briket, untuk dijual ke pabrik semen. "Briket tersebut untuk mengganti batu bara. Dengan cara ini akan mengurangi karbon," katanya. 
Untuk penanganan di bidang lingkungan, Emil pun berusaha untuk melakukan lobi selama dua bulan guna mendapatkan investasi senilai Rp 2,8 triliun. Proyek pada bidang lingkungan itu disebar di lima zona, yakni zona Bandung, Bogor, Cirebon, Bekasi dan Tasikmalaya. 
"Insya Allah beres 3 sampai 4 tahun dalam penanganan lingkungan. Tidak ada lagi sampah plastik yang mengotori lautan. Saya prihatin ketika melihat ada ikan, di dalam perutnya berisi plastik," katanya. 
Emil mengatakan, dengan adanya bank sampah di beberapa wilayah tersebut, bisa menjadi contoh. Bank sampah bisa dibangun sebanyak mungkin.  "Supaya betul-betul tak ada warga buang sampah ke Citarum," harapnya. 
Ia pun menyatakan atas nama pemerintah berkomitmen untuk merubah berita buruk menjadi baik, dari berita kotor menjadi bersih. 
"Membawa hari esok lebih baik. Anak cucu sehat dan pinter," katanya. 
Lebih lanjut Emil mengatakan, untuk penanganan banjir, pemerintah akan menggulirkan anggaran Rp 600 miliar. "Itu untuk Citarum," katanya. 
Ia berharap, dengan adanya bantuan anggaran ratusan miliar rupiah itu di antaranya untuk penanganan banjir. 
"Penanganan banjir membutuhkan proses. Yakin, kita sebagai pemerintah setiap hari kerja untuk memperbaiki Sungai Citarum," ungkapnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR