Menteri LHK Resmikan Fasilitas Pengelolaan Sampah di DAS Citarum

Bandung Raya

Senin, 15 April 2019 | 12:14 WIB

190415121529-mente.jpg

M. Fadlillah

Menteri LHK, Siti Nurbaya didampingi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau fasilitas pengelolaan sampah DAS Citarum, di Kel Jelekong, Kec Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (15/4/2019). Pengelolaan sampah melalui Pusat Daur Ulang tersebut disebar di 6 Kabupaten/Kota Jawa Barat.

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya meresmikan fasilitas pengelolaan sampah di daerah aliran Sungai Citarum yang tersebar di enam kabupaten dan kota di Jawa Barat, Senin (15/4/2019). Peresmian dipusatkan di tempat pengelolaan sampah induk (bank sampah induk/pusat daur ulang) Kabupaten Bandung di Kampung Jelekong Kelurahan, Jelekong Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Selain fasilitas pengelolaan sampah Kabupaten Bandung,juga turut diresmikan fasilitas pengelolaan sampah sampah induk di Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bekasi.

Peresmian fasilitas pengelolaan sampah induk di enam kabupaten dan kota itu untuk menindaklanjuti program Citarum Harum. Dengan harapan dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan sampah di aliran Sungai Citarum.

Selain meresmikan tempat pengelolaan sampah induk, menteri turut menyerahkan bantuan fasilitas pengolahan sampah yang ada di daerah aliran Sungai Citarum.

Siti Nurbaya mengatakan, peresmian fasilitas pengelolaan sampah ini berdasarkan pada peraturan presiden dalam percepatan pengendalian pencemaran lingkungan di daerah aliran Sungai Citarum.

"Ini melibatkan berbagai elemen pusat dan daerah yang mencapai 300 stickholder, bersama-sama melakukan langkah-langkah untuk keberhasilan. Seperti yang dikatakan presiden selama tujuh tahun kedepan kita belajar dan bekerja untuk menyelesaikan permasalahan Citarum," katanya.

Menteri menambahkan, pusat daur ulang sampah yang diresmikannya tersebut dengan kapasitas 10 ton per hari. Sedangkan untuk pembuatan kompos berkapasitas 10-30 ton per hari

"Ini sangat penting, paling penting kita mengurangi sampah dari sumbernya di rumah tangga. Lehih penting lagi di sini dengan operasi daur ulang sampah untuk mengurangi emisi rumah kaca dan udara lebih sejuk. Dan pengaruh perubahan iklim bisa dikendalikan. Ada pengendalian atmosfer. Banyak sampah dan Co2 berpengaruh pada atmosfer," katanya.

Dikatakannya, dengan mengurangi sampah dapat mengurangi beban mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Untuk mengurangi sampah itu, imbuh menteri, selain enam fasilitas pengelolaan sampah tersebut, juga di Indonesia tercatat 7.700 bank sampah, di antaranya 1.700 bank sampah di Jabar. Pengadaan bank sampah itu aktif dan dinamis.

Menteri juga menyikapi tentang penanganan di wilayah hulu dan instalasi pengolahan limbah untuk pengendalian limbah. "Aspek ini juga jadi bagian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendukung Citarum Harum. Namun untuk hari ini konsentrasi upaya mengatasi persampahan yang komplek. Penangannya terintegrasi dengan menyiapkan tempat buangan sampah di hilir. Selain itu berupaya mengurangi sampah dari sumbernya di rumah tangga," paparnya.

Ia pun mengatakan, pemerintah pusat dan daerah terus berkontribusi dengan cara berupaya kampanye dan imbauan kepada masyarakat untuk pengurangan sampah. "Kita bisa merubah anggapan, sampah yang tak berguna menjadi berkah," ungkapnya. 
Menurutnya, sampah plastik bisa menjadi sumber energi. Untuk itu, ia mengajak warga Jabar berpartisipasi terus mengurangi sampah. "Tak buang sampah sembarangan, memilah sampah basah dan kering atau sampah organik dan anorganik," katanya.

Ia berharap, masyarakat bisa memanfaatkan sampah memiliki nilai ekonomis, dengan tersedianya unit bank sampah di lingkungan masyarakat.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR