Terendam Banjir, Jalan Raya Laswi Majalaya Kembali Terputus

Bandung Raya

Minggu, 14 April 2019 | 19:23 WIB

190414192455-teren.png

ISTIMEWA

JALAN Raya Laswi, tepatnya di Kampung Cidawolong Desa Biru Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Minggu (14/4/2019) pukul 16.20 WIB kembali terputus. Ruas jalan tersebut terendam banjir setinggi 30-40 centimeter akibat luapan drainase dan aliran Sungai Cibotor dan sungai lainnya di jalan tersebut. Kondisi serupa di ruas jalan tersebut sering terjadi setiap turun hujan deras.

Sumber galamedianews.com di lokasi banjir, Minggu sore menyebutkan, jalan raya provinsi tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun ada di antara pengendara sepeda motor yang melaju dari arah Majalaya tujuan Ciparay yang nekat menerobos genangan banjir tersebut.

Sedangkan pengendara lainnya, umumnya mengurungkan niatnya untuk tidak menerobos genangan banjir setelah terjebak banjir. Pasalnya, jika menerobos genangan banjir mesin kendaraannya rawan mati. Banyak di antara pengendara sepeda motor dan mobil yang putar arah untuk melewati jalur alternatif, baik pengendara yang melaju dari arah Majalaya tujuan Ciparay maupun sebaliknya.

Genangan banjir di ruas jalan yang ramai dilalui kendaraan itu dipicu turun hujan deras di kawasan Majalaya dan Ciparay. Sehingga air yang mengalir di sungai tersebut tak tertampung dan akhirnya meluap menggenangi ruas jalan.

Riki Waskito, jaringan komunikasi siaga warga Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung langsung menginformasikan kondisi banjir tersebut ke grup whatsapp siaga warga. "Cidawolong (Jalan Raya Laswi) banjir. Kendaraan roda dua of," kata Riki.

Riki mengetahui ruas Jalan Raya Laswi banjir informasi dari petugas satpam yang bertugas di pabrik yang berada di sekitar banjir. Bahkan, Riki mendapatkan kiriman video di kawasan lokasi banjir di ruas Jalan Raya Laswi yang terputus.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Hj. Nina Setiana menyatakan, Dinas Sosial selalu menyiapkan logistik untuk korban banjir di Kabupaten Bandung.

"Menyiapkan logistik menjadi prioritas," kata Nina kepada wartawan di Desa Alam Endah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Jumat (12/4/2019).

Menurut Nina, penyediaan logistik itu lebih diprioritaskan untuk para korban banjir yang mengungsi di sejumlah tempat. "Mengingat mereka tak bisa beraktivitas," kata Nina.

Ia mengatakan, penyediaan logistik tersebut juga untuk warga korban banjir yang bertahan di rumah-rumah. "Terkadang mereka yang bertahan di rumah-rumah enggak dapat bantuan logistik. Tetapi hal itu bergantung kondisi ketinggian air, karena menyangkut keselamatan para relawan. Jika ketinggian airnya tidak terlalu tinggi, para relawan bisa mendistribusikan logistik ke rumah-rumah warga yang terendam banjir," jelasnya.

Sebelumnya, katanya, ada relawan yang sempat menjadi korban karena membantu warga korban banjir. "Kita berusaha untuk melindungi keselamatan relawan di lokasi banjir," katanya.

Ia juga berusaha untuk mengimbau warga korban banjir jika kondisi rumahnya sudah sangat tidak memungkinkan untuk ditempati, lebih baik segera mengungsi.

"Yang jelas, logistik selalu siap. Bahkan disaat diberlakukan status tanggap darurat, Pemkab Bandung melalui Dinas Sosial menyiapkan dapur umum untuk menyiapkan kebutuhan para korban banjir," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR