Sampah Menumpuk Di Bendungan Adimaja Sungai Citarik

Bandung Raya

Minggu, 14 April 2019 | 16:29 WIB

190414163105-sampa.jpg

Engkos Kosasih

SAMPAH rumah tangga terlihat menumpuk menghambat aliran air di Bendungan Adimaja Sungai Citarik yang membatasi Desa Solokanjeruk Kecamatan Solokanjeruk dan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Jawa Barat, Minggu (14/4/2019).

Tumpukan sampah yang terhalang dan mengendap di bendungan tersebut, mulai dari sampah streaform, plastik, botol plastik bekas air mineral dan minuman ringan dari berbagai jenis, botol gelas, gelas plastik bekas air mineral, karung, bantal, bekas kasur, helm, tas, dan berbagai jenis sampah lainnya. Bahkan sampah tersebut menyatu dengan bambu dan kayu yang terbawa hanyut aliran Sungai Citarik tersebut.

Sampah yang terbawa hanyut aliran sungai itu berasal dari hulu aliran Sungai Citarik yang berada di kawasan Cicalengka, Nagreg, Cikancung, Paseh, Majalaya. Selain itu berasal dari Rancaekek, Kabupaten Bandung. Bahkan, aliran Sungai Citarik itu berasal dari Kecamatan Cimanggung dan subanak sungai itu berasal dari Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang yang bermuara ke Sungai Citarik dan mengalir ke Sungai Citarum sebagai induknya daerah aliran sungai.

Penumpukan sampah di bendungan Adimaja itu terjadi setiap memasuki musim hujan, disaat aliran air cukup besar. Penumpukkan sampah itu disebabkan masih banyak warga yang buang sampah sembarangan ke Sungai Citarik dan tidak dikelola melalui pengelolaan sampah berwawasan lingkungan.

Rohman (38), warga Kampung Sapan Desa Sukamanah adalah di antara relawan yang sudah sebulan ini berusaha menanggulangi penumpukan sampah di bendungan Adimaja tersebut.

"Tumpukan sampah di bendungan Adimaja ini yang terbawa hanyut aliran Sungai Citarik," keluh Rohman kepada galamedianews.com di bendungan Adimaja.

Rohman pun mengaku prihatin karena setiap hari sampah yang terbawa hanyut aliran Sungai Citarik terus menumpuk, seiring dengan turun hujan deras dan menyebabkan aliran air tersebut cukup deras. "Sampah ini menumpuk karena tertahan bendungan," katanya.

Untuk memperlancar aliran air di bendungan Adimaja, yang merupakan sumber air ke lahan pertanian padi di Kecamatan Rancaekek, Rohman berusaha untuk mengurai tumpukan sampah itu supaya tidak menghalangi aliran air yang berpotensi terjadi banjir akibat meluapnya aliran sungai tersebut.

"Kalau sampah ini dibiarkan dan tidak diuraikan akan menghambat aliran air. Makanya, kita sekemampuan dengan menggunakan bambu berusaha untuk mengurai tumbukan sampah supaya air bisa tetap mengalir," katanya.

Dari tumpukan sampah itu, imbuh Rohman, pihaknya berusaha untuk memungut sampah bekas botol air mineral dan minuman ringan lainnya. Selain itu memungut sampah bekas gelas plastik, untuk didaur ulang dan kemudian sampah yang memiliki nilai ekonomi dijual ke bandar rongsokan.

Rohman juga terlihat mengumpulkan bambu dan kayu yang terbawa hanyut aliran Sungai Citarik. Diperkirakan, ia sudah mengumpulkan sekitar satu kubik lebih bambu dan kayu yang berasal dari bendungan Adimaja yang terbawa hanyut aliran Sungai Citarik.

"Kalau ada yang mau beli, saya jual bambu dan kayu ini. Soalnya, bisa digunakan kayu bakar," katanya.
Sama halnya yang dikatakan Ahyar (65), relawan lainnya yang turut mengurai tumpukan sampah di bendungan Adimaja. "Kondisinya sangat parah. Kalau tidak diurai seperti ini, penumpukan sampah bisa lebih parah dan menghambat aliran Sungai Citarik," keluh Ahyar.

Menurutnya, penumpukan sampah tersebut sudah sering terjadi di bendungan tersebut. Melihat kondisi seperti itu, ia berusaha mengikhlaskan diri untuk mengurai tumpukan sampah tersebut.

"Kalau tidak diuraikan seperti ini, sampah bisa menumpuk sampai jembatan Jalan Raya Solokanjeruk-Rancaekek," katanya.

Sejumlah warga yang ada di sekitar bendungan Adimaja sangat mengapresiasi atas kepedulian Rohman dan Ahyar yang terlihat gigih mengurai tumpukan sampah yang mengendap di bendungan tersebut.

"Kalau sampah itu dibiarkan dan tidak diuraikan oleh dua orang warga itu, tentunya akan memperparah aliran sungai. Beruntung ada warga yang mau dan peduli mengurai sampah yang menumpuk di bendungan Adimaja," kata warga setempat.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR