Mendesak, RS Pendidikan bagi FK Unisba

Bandung Raya

Jumat, 12 April 2019 | 19:01 WIB

190412190332-mende.jpg

Hj. Eli Siti Wasliah

PENDIRIAN rumah sakit (RS) pendidikan untuk Unisba terbilang mendesak. Oleh sebab itu, yayasan, rektorat, dan Fakultas Kedokteran Unisba terus melakukan langkah-langkah untuk mewujudkan pendirian RS pendidikan.

“Kami tengah mencari lahannya. Sepertinya tidak mungkin di wilayah Bandung Raya, karena lahan yang dibutuhkan sekitar 1 hektare. Paling di luar Bandung. Memiliki RS pendidikan memang kebutuhan kita dan sudah mendesak,” kata Rektor Unisba, Prof. Edi Setiadi kepada wartawan di sela- sela acara Milad Fakultas Kedokteran (FK) Unisba ke-15 di Gedung FK, Jalan Tamansari Kota Bandung, Jumat (12/4/2019).

Menururnya, pembangunan RS pendidikan harus secepatnya. Sebab, untuk mengurus perizinannya saja sekitar 2 tahun, belum membabgunnya. Jadi, prosesnya, termasuk penetapan lahan harus dari sekarang.

Dikatakan, konsep awal RS pendidikan yang akan dibangun adalah tipe C. Minimal, seperti RSUD Ujungberung sesuai dengan syarat minimal RS pendidikan.

“Soal tempat dan lahan sudah ada beberapa. Kita harus melihat kondisi sekitar lahan tersebut. Apakah pemukiman, perkantoran, atau apa? Kita harus menyesuaikan dengan sekitarnya. Kita akan secepatnya untuk menentukan lahan Rs pendidikan ini,” jelas Edi.

Hal senada diungkapkan Dekan FK Unisba, dr. Ieva B. Akbar, untuk tahap awal pihaknya akan menbabgun RS pendisikan tipe C. Tipe C ini bisa melayani berbagai penyakit. RS tipe ini termasuk pada kategori primer.

“Ke depan, kita pasti akan meningkatkan RS pendidikan ini untuk sampai ke tahap sekunder dan tersier. Soal tempat, kita sudah menetapkan beberapa pilihan,” ujar Ieva.

Ia menyebutkan kemungkinan tempat RS Pendidikan Unisba di wilayah Bandung selatan. Ia berharap tempatnya bisa terjangkau oleh masyarakat, sebab selain untuk pendidikan, R tersebut juga melayani masyarakat termasuk JKN atau BPJS.

Ieva menyebutkan, sebenarnya RS pendidikan itu tidak mendesak. Sebab, pihaknya sudah kerjasama dengan 11 RS untuk dijadikan RS pendidikan bagi mahasiswa FK Unisba. Meskipun memiliki RS pendidikan sendiri itu menjadi keharusan.

Disinggung target yang akan dicapai dalam milad ke-15 ini, Ieva menyatakan pihaknya ingin segera mencapai visi dan misi FK. Yakni harus dikenal luas, tidak hanya nasional tapinjuga Asia, ASEAN, dan global.

“Selain itu, target kami juga harus mengembangkan keunggulan yang ada. Yakni, memperlihatkan muatan keislamannya. Keunggulan FK Unisba lainnya adalah kesehatan industri. Makanya kita banyak kerjasama dengan berbagai pihak,” katanya.

Sementara itu, Edi menambahkan di usianya yang ke-15 FK Unisba harus terus meningkatkan kompetensinya. Khususnya bagi para dosennya. “Haris banyak perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Harus meningkat,” ujar Edi.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR