Manajemen Tak Berjalan, Puluhan Koperasi di Cimahi Dibubarkan

Bandung Raya

Jumat, 12 April 2019 | 16:05 WIB

190412160952-manaj.jpg

limawaktu

HAMPIR setiap tahun puluhan koperasi yang ada d Kota Cimahi dibubarkan karena sudah tidak aktif lagi. Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, pada tahun 2017 ada 80 koperasi yang dibubarkan. Sementara tahun 2018, sebanyak 23 koperasi dibubarkan.

"Tiap tahun ada pembubaran (koperasi). Jumlah koperasi di tahun 2016 tercatat ada 420 koperasi, tahun 2017 ada 340 koperasi, dan tahun 2018 ada 317 koperasi," ungkap Kepala Bidang (Kabid) KUKM Disdagkoperin Kota Cimahi, Rina Mulyani di kompleks Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakudumah, Jumat (12/4/2019).

Menurut Rina, penyebab utama banyaknya koperasi yang dibubarkan, hal itu lantaran tidak berjalannya pengelolan manajemen yang baik di setiap koperasi.

"Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan koperasi tersebut dibubarkan. Kebanyakan karena memang sudah tidak ada aktifitas koperasi, atau ada aktifitas namun tidak sesuai dengan prinsip koperasi. Misalnya unit usaha simpan pinjam yang tidak sesuai RAT (Rapat Anggota Tahunan)," bebernya.

Rina menambahkan, pem­bubaran koperasi tersebut langsung dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM. Namun yang mengajukan pembubaran adalah pemerintah daerah. Pihaknya sengaja membubarkan koperasi tersebut karena kha­watir juga akan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertang­gung jawab.

"Untuk menghindari keja­hatan yang bisa merugikan masyarakat, kita bubarkan karena memang sudah tidak aktif. Maka dari itu saya berharap ke depan pengelolaan kope­rasi bisa lebih baik," terangnya.

Menurut Rina, kebanyakan koperasi di Kota Cimahi kurang mengetahui seluk beluk tentang koperasi, tidak memahami manajemen, dan pengelolaan keuangan koperasi. Untuk itu pihaknya terus melakukan penyuluhan, pelatihan, pembinaan, dan pendampingan untuk mengantisipasi masalah-masalah tersebut. 

"Meraka diberitahu caranya pembukuan, pengelolaan, cara mencari jaringan dan sebagainya," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR