Waduh, 28.000 Orang Warga Kab. Bandung Terindikasi Gunakan Narkoba

Bandung Raya

Jumat, 12 April 2019 | 12:44 WIB

190412124644-waduh.jpg

Engkos Kosasih

MENTERI Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, di Indonesia terdata ada sekitar 16.000 jiwa yang diindikasikan kecanduan narkoba. Data itu merupakan yang terdata Kementerian Sosial (Kemensos) RI, dan masih ada lagi yang belum terdata.

Agus menyampaikan hal itu pada kegiatan sosialisasi penyuluhan peran keluarga dan pondok pesantren (pontren) dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Pondok Pesantren Alif Al Ittifaq di Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat (12/4/2019).

"Setiap tahun, ketika dihitung rata-rata negara mengalami kerugian Rp 70 triliun. Coba uang sebanyak itu dipakai untuk kegiatan-kegiatan produktif yang membawa kemaslahatan maayarakat," keluh Agus.

Ia mengatakan, khususnya untuk di Jawa Barat saja, sebanyak 646.000 jiwa yang diindikasikan pengguna narkoba, di antaranya sabu dan miras. Sedangkan di Kabupaten Bandung sebanyak 28.000 jiwa pengguna narkoba.

"Orang yang terindikasi kecanduan narkoba mohon jadi perhatian. Untuk diketahui, narkoba bisa menimbulkan atau memicu  berbagai macam penyakit, seperti HIV, TBC, Hepatitis, selain itu banyak sekali kerugian material  dan non material akibat penyalahgunaan narkoba tersebut," kata Agus.

Oleh sebab itu, Agus tak bosan-bosan mengajak seluruh pihak, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota serta pesantren untuk sama-sama memerangi penyalahgunaan  narkoba.

"Kita harus perangi narkoba. Dengan memerangi narkoba, maka kita juga mempunyai andil dalam melindungi sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang menjadi masa depan bangsa yang memang sangat rawan dipengaruhi hal negatif," ungkapnya.

Ia pun berpesan kepada masyarakat jika menemukan pecandu narkoba, jangan dimusuhi apalagi diisolasi, tapi harus dibantu. "Pecandu narkoba hanya korban, dan bantu mereka rehabilitasi supaya kembali menjadi bersih dan menjadi manusia produktif. Jangan dimusuhi jika menemui. Tapi laporkan kepada kades, lurah, pontren, supaya diberikan program rehabilitasi," katanya.

Agus menegaskan, yang harus diperangi itu mafia, pengedar, dan penjual narkobanya. "Kerjasama kepolisian, aparat sangat penting supaya diberantas peredaran narkoba," katanya.

Agus mengatakan, penyalahgunaan narkoba itu, satu dari 26 jenis masalah sosial yang menjadi tanggung jawab Kemensos RI. Di antaranya, keluarga korban teroris, lansia, disabilitas, dan lainnya.

"Sudah banyak kerjasama antara Kemensos RI dan pontren, di antaranya pencegahan narkoba. Untuk itu, sangat penting dilaksanakan sosialisasi penyuluhan pencegahan narkoba. Kita harus mencegah penyalahgunaan narkoba," katanya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR