Pemkot Bandung dan BIRGS Akan Kampanyekan "Klik Biar Selamat"

Bandung Raya

Kamis, 11 April 2019 | 17:06 WIB

190411170743-pemko.jpg

Rio Ryzki Batee

PEMKOT Bandung dan Bloomberg Philantropies Initiative for Global Road Safety (BIRGS) akan menguatkan kolaborasi untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Di tahun 2019 ini, Pemkot Bandung dan BIGRS akan kembali mengkampanyekan “Klik Biar Selamat”

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana optimis dengan kampanye keselamatan jalan atau Road Safety akan menekan angka kecelakaan di jalan.

"Di tahun terakhir kerjasama dengan BIGRS, saya optimis kecelakaan akan berkurang," ungkapnya pada pertemuan dengan Tim BIRGS di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Kamis (11/4/2019).

Menurutny,a helm merupakan alat keselamatan pengendara yang penting. Dengan penggunaan yang sesuai, yaitu mengklik helm Standar Nasional Indonesia (SNI) maka pengendara dapat mengurangi dampak kecelakaan.

"Dengan konten yang mudah, saya yakin mereka (masyarakat) akan paham bahwa keselamatan berkendara itu penting," katanya.

Yana pun mendorong BIGRS terus berkolaborasi dengan Pemkot Bandung untuk mengedukasi keselamatan berkendara.

"Pemkot support untuk konten edukasi kepada masyarakat, seperti di televisi atau radio bahkan media sosial. Jika kita masif melakukannya, masyarakat lebih paham dan angsa kecelakaan pun berkurang," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan bahwa di tahun terakhir kerja sama dengan Bloomberg, akan memperkuat program kampanye perilaku keselamatan berkendara di jalan.

Selama 4 tahun terakhir, Pemkot Bandung dan Bloomberg telah mengampanyekan “klik biar selamat – helm” (2016), “klik biar selamat - sabuk pengaman” (2017), “stop ngebut” (2018). Sedangkan tahun 2019 ini kembali mengampanyekan “klik biar selamat – helm".

"Tahun 2019 ini lebih terintegrasi di media massa maupun media sosial. Kita juga merangkul berbagai dinas terkait, organisasi dan kepolisian," ucapnya.

Dikatakannya Pemkot Bandung dan BIGRS kembali mengangkat kampanye tersebut, karena angka kecelakaan pengendara motor masih tinggi.

"Kecelakaan itu berdampak pada keselamatan jiwa. Banyak luka di sekitar kepala dan leher. Untuk itu kita angkat kembali, agar para pengguna jalan itu lebih paham," tuturnya.

Dalam prosesnya, Ahyani mengundang para pengusaha, bidang otomotif, komunitas terutama stasiun televisi dan iklan layanan masyarakat untuk bekerja sama menyukseskan kampanye tersebut.

Ia berharap, melalui kampanye ini dapat mengubah perilaku para pengendara roda dua untuk menggunakan helm dengan benar dan sesuai standar.

Perwakilan Vital Strategies, Rachfiansyah menerangkan bahwa kampanye tersebut bertujuan untuk memantapkan kerja sama Pemkot Bandung dan Bloomberg.

Kampanye “klik biar selamat-helm” diangkat kembali karena angka kecelakaan pengendara motor masih cukup tinggi. Berdasarkan usia, mulai 15-44 tahun yang sering terkena cedera yaitu kepala dan leher.

"Lewat kampanye, kita edukasi dan sosialisasikan kepada masyarakat bahwa keselamatan berkendara itu ada tahapannya. Mulai dari kondisi motor, helm dan penumpangnya,” tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR