Pemkab Bandung Barat Masih Kaji Rencana Pembangunan Desamart

Bandung Raya

Senin, 8 April 2019 | 21:00 WIB

190408210145-pemka.png

PIHAK konsultan yang ditunjuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat tengah melakukan kajian terkait rencana pembangunan Desamart. Meski belum sepenuhnya selesai, kajian tersebut menunjukkan sejumlah desa terkendala lahan baik kepemilikan maupun lokasi untuk dibangun Desamart.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman mengungkapkan, saat ini pembangunan Desamart tengah dikaji PT Aristawidya Jaya Konsultan dan progresnya sudah hampir 70 persen. Dari 165 Desa, kajian sudah dilakukan untuk 86 Desa.

"Ada beberapa desa yang terletak di daerah pegunungan, itu lokasinya tidak ramai. Ada juga yang terkendala lahan, sehingga kemungkinan harus sewa," ujar Maman saat diwawancarai di ruang kerjanya, Ngamprah, Senin (8/4/2019).

Menurut Maman, setelah kajian selesai pihaknya akan meninjau hasilnya dan merevisi apabila memang ada yang harus diperbaiki. Setelah fix, kata dia, baru akan dilakukan pembayaran kepada konsultan dan kemudian pembangunan Desamart maju ke tahapan selanjutnya.

Dirinya mengakui, sejumlah desa yang berada di daerah perbukitan, seperti di Kecamatan Sindangkerta, Cililin, Gununghalu, Cipongkor, dan Rongga, terkendala lokasi yang sulit dijangkau masyarakat.

"Alternatifnya Kepala Desa setempat harus mencari lokasi yang ramai, dengan konsekuensi harus membayar sewa terhadap pemilik lahan. Sebab, lahan pembangunan Desamart itu harus aset desa, karena nantinya akan dikelola Bumdes. Tapi jika tidak ada, maka bisa saja sewa di tempat lain," terangnya.

Seperti diketahui, Desamart merupakan terobosan dari Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena berkonsep minimarket, Desamart juga terikat dengan aturan mengenai toko modern.

"Di antara aturan tersebut, lokasinya tidak boleh berada dalam jarak 500 meter dari pasar tradisional di perkotaan, dan 1.000 meter di perdesaan. Tapi, kalau berdekatan dengan minimarket itu tidak apa-apa. Justru nanti Desamart harus bisa bersaing," jelasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR