140 Peserta Mengikuti Pendidikan Intelejen

Bandung Raya

Jumat, 15 Maret 2019 | 18:15 WIB

190315181548-140-p.jpg

Engkos Kosasih

SEBANYAK 140 peserta dikukuhkan menjadi tim kewaspadaan dini Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung dan tim kewaspadaan dini pemerintah daerah di kecamatan se-Kabupaten Bandung di Graha Kresna Pusat Pendidikan  (Pusdik) Intelkam Lembaga Pendidikan Polri Jalan Raya Cipatik Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jumat (15/3/2019).

Sebelum dikukuhkan, mereka selama tiga hari tiga malam mengikuti bimbingan teknis (bintek) di Pusdik Intelkam tersebut. Yang masuk ke tim kewaspadaan dini pemerintah  daerah Kabupaten Bandung dan tim kewaspadaan dini pemerintah daerah di kecamatan se-Kabupaten Bandung itu berasal dari jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan di Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengatakan, dalam  pelaksanaan bimbingan teknis tentang kewaspadaan dini di daerah yang melibatkan jajaran OPD dan aparatur di tingkat kecamatan di Kabupaten Bandung dalam upaya  membangun dan menciptakan keamananan dan ketertiban melalui peningkatan kapasitas intelejen.

"Itu merupakan tugas dan kerja kita. Memberikan rasa aman kepada masyarakat itu nomor satu," kata Dadang.

Dibentuknya tim kewaspadaan dini pemerintah daerah Kabupaten Bandung ini, pihaknya terus menjalin kerjasama dengan forum komunikasi pimpinan daerah. Mulai jajaran Polres Bandung, Dandim 0609/Kabupaten Bandung dan Kejari Bale Bandung, khususnya dalam kerja sama intelejen.

"Pertahanan dan keamanan lingkungan perlu ditingkatkan. Apalagi saat ini sedang menghadapi pemilu 17 April 2019 mendatang," kata Bupati.

Dadang juga meminta kepada tim kewaspadaan dini harus mewaspadai banyak muatan yang berpotensi terjadinya bentrokan di antara masyarakat. Jangan sampai melalui kontek politik ini, ada pihak yang ingin memengaruhi idiologi bangsa.

Ia pun mengingatkan kepada tim kewaspadaan dini untuk mewaspadai adanya unsur sara, masalah sosial, ekonomi, pertanian yang berdampak pada kesenjangan sosial. Untuk itu, adanya perbedaan ras, suku perlu diwaspadai.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, Kabupaten Bandung yang berpenduduk 3,7 jiwa atau yang terpadat kedua di Jabar setelah Kabupaten Bogor, harus mewapadai berita hoaks.

"Beredarnya berita bohong yang harus kita waspadai. Jangan sampai masyarakat disuguhi berita bohong yang dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR